Diriwayatkan oleh Ibnu Sa'd dari al Waqidi dengan sanadnya hingga ke Barrah binti Abu Tajrah, katanya: Abu Jahal bersama beberapa ornag telah menghadang dan menyakiti Rasulullah. Maka hal itu mendorong Thulaib bin Umair untuk mendatangi Abu Jahal lalul memukulnya hingga cidera. Teman-taman Abu Jahal pun menangkap Thulaib. Setelah melihat Thulaib di pegang oleh teman-teman Abu Jahal, Abu Lahab bangun dan menolong Umair. Berita pertolongan Abu Lahab kepada Umair telah sampai ke telinga Arwa binti Abdul Muthalib. Arwa berkata, "Sesungguhnya hari terbaik yang di lalui Abu Lahab adalah hari ketika ia telah menolong putera pamannya itu."
Maka dilaporkan kepada Abu Lahab, "Sesungguhnya Arwa telah keluar dari agama nenrk moyangnya." Maka ia pun menemui Arwa dan memakinya. Arwa berkata kepada Abu Lahab, "Berdirilah engkau di pihak keponakanmu (Muhammad). Jika beliau menang (dengan tersebarnya Islam) engkau masih mempunyai pilihan untuk mengikutinya atau meninggalkannya. Jika beliau tidak me nang, maka engkau telah memiliki alasan kuat, yaitu membelanya."
Abu Lahb berkata, "Kami mempunyai kekuatan bersama sekalian bangsa Arab, sesungguhnya ia telah datang dengan membawa agama baru."
Sebagaimana di dalam kitab al Ishabah (4/227)
