Diriwayatkan oleh al Baihaqi dari Abbas r.a. katanya: Pada suatu hari aku berada di dalam masjid, lalu Abu Jahal datang dan memasuki masjid. ia berkata, "Demi tuhan, jika aku melihat Muhammad sedang sujud, aku akan injak tengkuknya."
Aku poergi menemui Rasulullah. Setelah kutemukan, aku memberitahukan kata-kata yang diucapkan oleh Abu Jahal itu. Rasulullah pergi menuju masjid dengan marah. Ketika beliau sampai di masjid, kaena terlalu terburu-buru, hampir saja beliau menabrak dinding masjid. Aku berkata, "Hari ini adalah hari yang buruk."
Akuk mengenakan sarung dan mengikuti Rasulullah dari belakang. Rasulullah memasuki masjid (dan beliau langsung shalat) dan membaca surat berikut ini dalam shalatnya:
"Bacalah dengan menyebut nama Rabbmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah."
Ketika sampai kepada ayat yang menerangkan perihal Abu Jahal, yaitu ayat :
"Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia mellihat dirinya serba cukup."
Seseorang berkata kepada Abu Jahal, "Hai Abu al Hakam, Muhammad ada disini sedang mengerjakan shalat."
Maka Abu Jahal yang hendak menyakiti Rasulullah berkata, "Apakah kalian tidak melihat apa yang sedang aku saksikan? Demi tuhan, ufuk-ufuk langit menjadi tertutup bagi penglihatanku."
Ketika Rasulullah sampai pada ayat terkahir, kemudian Rasulullah sujud.
Sebagaimana dalam al Bidayah (3/43). Diriwayatkan juga oleh ath Thabrani dalam kitab al Ausath dan al Kabir. Al Haitsami berkata (juz 8, hal. 227) bahwa di dalam sanadnya terdapat Ishaq bin Abu Farwah, ia adalah matruk (ditinggalkan). -selesai
Al Hakim meriwayatkannya (juz 3, hal. 325) semisal itu, dan dia berkata: Sanadnya shahih, akan tetapi al Bukhari dan muslim tidak meriwayatkannya. Adz Dzahabi menyetujuinya dan berkata: Di dalam sanadnya tredapat Abdullah bin Shalih dan ia tidak bisa dijadikan sandaran. Juga terdapat Ishaq bin Abdullah bin Abu Farwah dan ia adalah seorang rawi matruk.
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
