Persiapan Abu Bakar R.a. Untuk Berhijrah

0
Hijrah - Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dari Aisyah r.ha., yang berkata: Rasulullah saw. terus menerus mengunjungi Abu Bakar r. a. di rumahnya, baik pagi maupun siang, hingga Allah Swt. mengizinkannya untuk berhijrah ke Madinah dan keluar dari Makkah, dari tengah kaumnya. 

Suatu hari Rasulullah saw. mengunjungi rumah kami pada waktu tengah hari yang panas membakar, sedangkan waktu seperti ini bukan kebiasaannya untuk mengunjungi kami. 
Ketika Abu Bakar r. a. melihat kedatangan Rasulullah saw. itu, ia berkata, “Rasulullah saw. tidak akan datang pada waktu seperti ini, kecuali apabila telah terjadi sesuatu.” 
Ketika Rasulullah saw. masuk ke rumah kami, Abu Bakar berpindah dari tempat duduknya untuk diberikan kepada Rasulullah saw.. Tidak ada orang lain ketika itu, hanya aku dan adik perempuanku, Asma’ binti Abu Bakar. 
Rasuullah saw. bersabda, “Perintahkan supaya siapa saja yang bersamamu untuk meninggalkan aku.’ 
Maksudnya, Rasulullah saw. menyuruh Abu Bakar agar memerintahk an Aisyah dan Asma’ pergi dari tempat itu. 
Kata Abu Bakar, “Wahai Rasulullah! Mereka berdua adalah anak perempuanku. Apa yang telah terjadi? Ayah dan ibuku sebagai tebusan bagimu.” 
Sabda Rasulullah saw., “Sesungguhnya Allah telah mengizinkanku untuk keluar dari Makkah dan berhijrah ke Yatsrib (Madinah).” 
Kata Abu Bakar, “Aku ingin menyertaimu, wahai Rasulullah.” 
Jawab Rasulullah, “Baiklah, kau boleh menemaniku.” 
Demi Allah! Sebelum hari itu aku tidak pernah tahu sekali pun seseorang menangis karena gembira, sampai aku melihat Abu Bakar menangis karena gembira pada hari itu. 
Abu Bakar berkata kepada Rasulullah saw., “Wahai Nabi Allah, Sesungguhnya dua ekor untaku telah aku persiapkan untuk perjalanan ini.” 

Kemudian mereka mengupah Abdullah bin al Uraqith sebagai penunjuk jalan (dalil). Abdullah bin al Uraiqith adalah lelaki musyrik dari Bani ad Du’il bin Bakr, dan ibunya berasal dari Bani Sahm bin Amr. Kemudian kedua unta itu diserahkan kepada Abdullah bin al Uraiqith untuk digembalakan di padang gembalaan sehingga waktu hijrahnya Nabi dan Abu Bakar tiba. 
Sebagian hadits tersebut diriwayatkan juga oleh al Baghawi dengan sanad yang hasan, dari Aisyah r.ha., katanya: 
Abu Bakar r.a. berkata, “Aku akan menemanimu.” 
Jawab Rasulullah saw., “Baiklah, kau boleh menemaniku.” 
Kata Abu Bakar, “Aku mempunyai dua ekor unta yang telah aku pelihara selama enam bulan untuk tujuan ini, maka ambillah salah seekor darinya.” 
Jawab beliau, “Tidak, aku akan membelinya.” Kemudian Rasulullah saw. membelinya dari Abu Bakar. Maka keduanya keluar dari Makkah dan bersembunyi dalam gua itu. 
Kemudian dia menceritakan hadits tersebut secara lengkap seperti tersebut dalam Kanz al Ummal (juz 8, hal. 334). 

Diriwayatkan oleh ath Thabrani dari Asma’ binti Abu Bakar r. ha., katanya: Ketika kami berada di Makkah (sebelum hijrah), Rasulullah saw. sering datang ke rumah kami, dua kali setiap hari. Pada hari hijrahnya beliau, Rasulullah saw. datang ke rumah kami pada waktu matahari mulai tergelincir. 
Aku berkata kepada Abu Bakar r.a., “Wahai ayah! Itu Rasulullah. Ayah dan ibuku sebagai tebusan, beliau tidak pernah mengunjungi kita dalam waktu yang begini (dalam panas terik), pasti ada suatu perkara yang sangat 
penting.” 
Rasulullah saw. bersabda, “Apakah kamu tahu bahwa Allah telah mengizinkanku untuk hijrah?” 
Kata Abu Bakar r.a., “Aku ingin menemanimu, wahai Rasulullah.” 
Jawab Rasulullah saw., “Kamu boleh menemaniku.” 
Kata Abu Bakar r.a., “Aku mempunyai dua ekor unta yang telah aku pelihara sejak sekian lama semata-mata untuk menunggu kedatangan hari ini. Maka ambillah salah seekor darinya.” 
Sabda Rasulullah saw., “Aku akan membayar harganya, hai Abu Bakar.” 
Jawab Abu Bakar, “Dengan harganya jika engkau mau, ibu dan ayahku sebagai tebusan.” 
Kemudian kami menyediakan bekal mereka untuk perjalanan ini. 
Kemudian Aisyah memotong ikat pinggangnya dan mengikat bekal itu dengan separuhnya, sedang separuhnya lagi dia pakai kembali. 

Rasulullah saw. dan Abu Bakar r.a. pun meninggalkan Makkah dan bersembunyi di sebuah gua di gunung Tsaur. Ketika keduanya telah sampai di mulut gua itu, Abu Bakar r. a. masuk lebih dahulu untuk memeriksa. Abu Bakar tidak meninggalkan satu lubang pun untuk diperiksa dengan memasukkan jarinya, kalau-kalau terdapat hewan berbisa yang mematikan. 

Tak lama kemudian, orang-orang Quraisy mengetahui bahwa Rasulullah saw. dan Abu Bakar telah keluar meninggalkan Makkah, sedangkan mereka telah sepakat untuk menangkapnya hidup-hidup atau membunuhnya. Oleh karena itu, mereka menyediakan hadiah seratus ekor unta bagi yang bisa menemukan Rasulullah saw.. 

Mereka keluar dan mengelilingi gunung-gunung di Makkah, hingga beberapa orang dari mereka sampai di gunung Tsaur yang di dalamnya terdapat gua yang digunakan oleh Rasulullah saw. dan Abu Bakar r.a. untuk 
bersembunyi. 
Abu Bakar berkata kepada Rasulullah saw. ketika melihat seorang lelaki yang berdiri tepat di mulut gua itu, “Ya Rasulullah, ia akan melihat kita.” 
Kata Rasulullah saw., “Sekali-kali tidak, sesungguhnya para malaikat menutupi kita dengan sayap-sayapnya.” 

Lelaki itu berdiri di mulut gua dan buang air kecil ke arah gua. Rasulullah saw. berkata, “Seandainya ia melihat kita, tentu ia tidak akan melakukan perbuatan itu (buang air kecil).” 
Keduanya bersembunyi dalam gua itu selama tiga hari tiga malam. 
Pada waktu itu, budak milik Abu Bakar yang bernama Amir bin Fuhairah,. biasa membawa kambing-kambing pada sore hari kepada keduanya dan pulang pada malam hari meninggalkan keduanya. Dan pada pagi harinya, Ia menggembalakan kambingnya bersama penggembala-penggembala yang lain di padang gembalaan. 

Pada petang hari, Amir kembali bersama para penggembala lain, namun Amir memperlambat jalannya hingga waktu malam tiba. Apabila malam telah pekat kegelapannya, Amir kembali membawa kambing-kambingnya kepada Nabi saw. dan Abu Bakar. Dalam keadaan gelap demikian, para penggembala itu mengira Amir masih berada bersama mereka. 
Ketika itu, anak lelaki Abu Bakar r.a., yaitu Abdullah bin Abu Bakar tinggal di Makkah. Dia bertugas mencari cari berita. Kemudian Abdullah pergi menemui ayahnya dan Rasulullah saw. pada malam hari untuk mengabarkan berita terkini yang terjadi di Makkah. Ia akan meninggalkan Rasulullah saw. dan Abu Bakar pada tengah malam dan tiba di Makkah pada pagi harinya.

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !