Dakwah - Diriwayatkan oleh Abu Nuaim didalam kitab Dalailun Nubuwah dari Abdur Rahman al Amiri, dari orang-orang tua di kalangan kaumnya, mereka berkata: Rasulullah datang menemui kami ketika kami sedang berada di pasar Ukazh. Beliau bersabda, "Dari kaum manakah kalian berasal?"
Kami menjawab, "Dari Bani Amir bin Sha'sha'ah."
Sabda Nabi, "Bani Amir yang mana?"
Rasulullah bertanya, "Bagaimanakah kekuatan kalian?"
Kami menjawab, "Tidak ada yang berani mencoba kekuatan kami dan tidak ada yang berani menyalakan api peperangan dengan kami."
Rasulullah bersabda, "Sesunggugnya aku adalah utusan Allah. Bila aku datang menemui kalian, apa kalian mau melindungiku hingga aku selesai menyampaikan risalah Tuhanku? Dan aku tidak akan memaksa seorang pun diantara kalian atas sesuatu."
Mereka berkata, "Engkaku berasal dari kaum Quraisy yang mana?"
"Dari Bani Abdul Muthalib," jawab Rasulullah.
Mereka bertanya lagi, "Bagaimana hubunganmu dengan Bani Abdul Manaf?"
Rasululah menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang pertama yang mendustakan dan mengusirku."
Mereka berkata, "Kami tidak akan mengusir dan tidak juga beriman kepadamu, namun kami bersedia membelamlu hingga engkau selesai menyampaikan risalah Tuhanmu."
Kemudian Rasulullah singgah ke tempat mereka. Saat kaum itu melakukan jual beli , tiba-tiba munculah Baiharah bin Firas al Qusyairi dan berkata, "Siapakah orang yang kulihat bersama kalian? aku tidak mengenalnya."
Mereka menjawab, "Dia adalah Muhammad bin Abdullah al Quraisy."
Baihara bertanya, "Apakah hubungan kalian dengannya?"
Mereka menjawab, "Sesungguhnya dia mengaku dirinya utusan Allah. Ia meminta perlindungan kepada kami hingga ia selesai menyampaikan risalah Tuhannya."
Baiharah bertanya lagi, "Jawaban apakah yang kalian berikan kepadanya?"
Mereka berkata, "Kami telah menerimanya dengan senang hati dan lapang dada. Kami akan membawanya ketempat kami dan melindunginya sebagaimana kami melindungi kami."
Baihara berkata, "Aku tidak mendapati seorang pun dari penghuni pasar ini yang pulang dengan membawa kejahatan yang lebih buruk daripada kejahatan yang kalian bawa. Kalian telah mengawali perpecahan diantara manusia dan orang-ornag Arab akan bersepakat menentang kalian. Kaumnya lebih mengetahui daripada kalian . Jika mereka melihat kebaikan pada dirinya, mereka akan menjadi orang yang paling bahagia karena adanya kebaikan itu. Kalian sengaja untuk melindunginya dan menolong orang kurang akal yang kaumnya telah mengusirnya dan mendustakannya? Alangkah buruk keputusan dan pendirian kalian itu!"
Kemudian Baharah berpaling kearah Rasulullah dan berkata, "Bangunlah dan kembalilah pada kaummu. Demi Allah,jika kau tidak sedang berada ditangah kaumku, pasti akau kan memenggal kepalamu."
Kemudian Rasulullah pergi kearah untanya dan menungganginya. Lalu sikeji Baiharah memukul kaki unta itu, sehingga unta itu meloncat dan lari bersama beliau, lalu melempari Rasulullah . Pada saat itu dikalangan Bani Amir terdapat seorang wanita yang bernama Dhuba'ah binti Amir bin Qurth. Ia berasal dari kalangan wanita yang telah masuk islam bersama Rasulullah di Makkah . Saat itu ia sedang mengunjungi keluaga pamannya. Taktala mendengar berita itu, ia berkata, "Wahai Bani Amir - sedang tiada lagi Bani Amir untukkku - apakah Rasulullah diperlakukan seperti itu dihadapan kalian kdan tiada seorang pun yang mencegah perbuatan itu?"
Maka bangkitlah tiga orang lelaki dari anak-anak pamannya menuju arah Baiharah dan dua orang lelaki lain yang membantunya. setiap orang dari mereka memukul setiap lelaki yang membantu Baiharah dan membanting mereka ke tanah, kemudian duduk diatas dada mereka dan menegakkan wajah-wajah mereka serta memukulnya. Lalu Rasulullah berdoa untuk tiga orang yang membantunya, "Yaa Allah, berkatilah mereka (yang menolongku) dan laknatlah mereka (yang membantu Baiharah)."
Maka ketiga orang lelaki yang membantu Rasulullah memluk islam dan terbunuh sebagai syuhada, sedangkan lelaki yang membantu Baiharah mati dalam keadaan dilknati Allah.
Kedua orang yang membantu Baiharah adalah Hazn bin Abdullah dan Muawiyah bin Ubadah, sedangkan tiga orang lelaki yang menolong Rasulullah adalah Ghitrif dan Ghatafan -dua anak lelaki Sahl- serta Urwah Bin Abdullah.
Hadits diatas dikelurkan oleh al Hafidz Sa'id bin Yahya bin Sa'id al Umawi di dalam kitab Maghozi-nya, dari ayahnya. (al Bidayah juz 3 hal.41).
Dari Riwayat Ibnu Ishaq, dari az Zuhri, bahwa Rasulullah pergi menemui Bani Amir bin Sha'sha'ah untuk mengajak mereka masuk islam serta menampilkan dirinya. Salah seorang diantara mereka yang bernama Baiharah bin Farsah berkata, "Demi Allah , seandainya aku menangkap pemuda Quraisy ini pasti aku akan menguasai seluruh bangsa Arab."
Kemudian ia berkara kepada Rasulullah , "Bagaimana pendapat engkau jika aku mengikutimu diatas urusanmu, kemudian Allah memenangkan engkau, apakah engkau akan menjadikan kami ketua dalam segala urusan?"
Rasulullah menjawab, "Sesungguhnya masalah kepemimpinan hanyalah milik Allah. Allah memberikannya pada siapa saja yang Dia kehendaki."
Tanya Baiharah, "Apakah kami akan menyerahkan tengkuk-tengkuk kami untuk menjadi sasaran anak panah orang-orang Arab karena kehadiran kamu, lalu jika Allah memenangkan kamu maka tampuk kepemimpinan akan di pegang oleh orang selain kami ! Sesungguhnya kami tidak berhajat dalam urusan kamu itu." Maka mereka menolak beliau.
Ketika semua orang kembali ketempat masing-masing, Bani Amir pun kembali ke kampung halalamannya dan menemui seorang syaikh yang telah uzur usianya, sehingga tidak bisa mengikuti haji bersama mereka. Bila mereka kembali kepadanya, mereka akan menceritakan kepadanya mengenai apa yang terjadi pada musim haji itu. Ketika mereka kembali kepada syaikh itu pada tahun itu, syaikh itu bertanya kepada mereak mengenai berita tekini pada musim haji itu. Mereka berkata, "Salah seorang pemuda Quraisy telah datang kepada kami. Ia adalah anggota keluarga Abdul Muthalib dan ia mengaku dirinya seorang nabi, ia menyeru kepada kami untuk melindunginya, ia berdiri dipihaknya, dan membawanya menuju negeri kami."
Orang tua itu meletakkan tangannya diatas kepala kemudian berkata, Wahai Bani Amir, apakah masih ada cara untuk memperbaiki masalah ini? Apakah kita masih bisa memperoleh apa yang luput dari kita? Demi Dzat yang memgang nyawaku, sama sekali ismail tidak berdusta ketika mengaku sebagai nabi. Sesunggugnya risalahnya adalah haq. Dimanakah otak kalian?
Demikian diriwayatkan dalam kitab al Bidayah (juz 3 hal.139)
Diriwayatkan oleh al Hafidz Abu Nuaim, dari Ibnu Ishaq, dari az Zuhri, mulai dari perkataanya: Ketika orang-orang kembali ketempatnya masing-masing, maka Bani Amir pun ke kampung halaman mereka dan menemui seorang yang tua renta, .....dst.
Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq juga dair az Zuhri katanya: Rasulullah datang menemui Bani Kindah dikemeh kemah mereka. Diantara mereka terdapat tokoh mereka yang dipanggil Mulaih. Kemudian Rasulullah berdakwah kepada mereka agar beriman kepada Allah Azza wa Jalla seta menawarka dirinya agar melindungi tetapi mereka menolak.
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

