Dakwah - Diriwayatkan oleh Abu Nuaim di dalam kitab Dalaill (hal. 103) juga dari jalur al Waqidi, dia berkata: Telah diberitahukan kepadaku oleh Muhammad bin Abdullah bin Katsir bin Shalt dari Ibnu Rumman dan Abdullah bin Abu Bakar dan selain dari keduanya r.hum.. mereka berkata:
Rasulllah datang menemui orang-orang dari bani Kindah di kemah-kemah mereka di Ukazh. Tiada seorang bangsa Arab pun yang lebih ramah dan sopan sambutannya daripada mereka. Ketika Rasulullah melihat dan kesopanan sambutan mereka dengan wajah yang berseri, beliau bersabda, "Aku menyeru kalian dengan agama Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya dan agar kalian melindungiku seperti kalian membela kalian sendiri. Jika kelak aku menang, maka kalian berada dalam kebaikan."
Orang-orang awam diantara mereka berkata, "Alangkah indahnya perkataanmu ini, akan tetapi kami menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang kami (berhala)."
Sedang sebagian kecil diantara mereka berkata, "Hai kaumku, segeralah kalian menyambut seruan ini sebelum orang lain mendahullui kalian. Demi Allah, sesungguhnya ahli kitab telah membicarakan akan adanya seorang Nabi yang muncul di tanah Haram (Makkah), dan waktunya hampir tiba."
Didalam kaum itu terdapat seorang yang buta sebelah matanya, ia berkata, "Berhentilah kalian dan dengarkan perkataanku ini. Sesungguhnya kerabatnya telah mengusirnya sedang kalian ingin membantunya? Kalian mau menanggung serangan bangsa Arab semuanya? Tidak! Janganlah kalian membantunya."
Kemudian Rasulullah pergi meninggalkan tempat itu dalam keadaan sedih dan orang-orang yangada disitu meninggalkan tempat itu dan memberi tahu kaum mereka mengenai Rasulullah.
Seorang Yahudi mengatakan, "Demi Allah, Sesungguhnya kalian telah melakukan kesalahan dan membuang keuntungan ini. Jika kalian menerima ajakan lelaki ini, maka kalian akan memimpin bansa Arab. Sesungguhnya kami telah menumukan sifat-sifatnya dalam kitab-kitab kami."
Maka orang-orang yang melihat beliau menyebutkan ciri=ciri beliau. Semua ciri-ciri yang disebutkan oleh orang Yahudi itu pun juga dibenarkan oleh mereka.
Lelaki ini berkata, "Sesunggguhnya kami mengetahui bahwa lelaki ini akan muncul di Makkah dan tempat hijrahnya adalh Yatsrib (Madinah)."
Karena itu mereka sepakat untuk menemui Rasulullah pada musim haji tahun depan, namun ketua meraka melarang mereka berhaji tahun itu, hingga akhirnya tiada seorang pun dari mereka bertemu dengan Rasulullah. Tak lama kemudian orang Yahudi itu pun meninggal dunia. Terdengar kabar bahwa ketika sakaratul mautnya, ia membenarkan Rasulullah dan beriman kepada beliau.

