Peranan Kaum Wanita Dalam Jihad Di Jalan Allah

0
Peranan Kaum Wanita Dalam Jihad Di Jalan Allah 
Ibnu Hisyam meriwayatkan dari Sa’id bin Abi Zaid al Anshari r.a. katanya: Sesungguhnya Ummu Saad binti Saad bin ar Rabi’ perrnah berkata, “Aku masuk menemui Ummu’ Imarah r.ha. lalu aku berkata kepadanya, ‘Ya ibu saudaraku! Ceritakanlah kepadaku tentang kisahmu.”
Ia pun bercerita: Kami pernah keluar pada awal siang untuk melihat apakah yang dilakukan oleh orang-orang, dan bersamaku ada wadah berisi air. Aku pun sampai di samping Rasulullah saw.. Ketika itu baginda saw. berada di antara sahabat-sahabanya. Ketika kaum muslimin meninggalkan Rasulullah saw. aku bersegera mendekati Rasulullah saw. dengan pedang dan anak panahku untuk melindungi baginda saw. sehlngga aku sendiri cedera. 
Aku melihat cedera berupa lubang di atas bahu beliau. Lalu aku bertanya, “Siapakah yang mencederai engkau?” 
Beliau menjawab, “lbnu Qumah, Allah membinasakannya.” 
Tatkala orang-orang berpaling dari Rasulullah saw., ia berkata, “Tunjukkanlah di mana Muhammad.” 
Musab bin Umair. menghalangi mereka mendekati Rasulullah saw., dan sahabat-sahabat yang masih bertahan. Maka ia memukulku, aku pun memukulnya sebanyak tiga kali, tetapi musuh Allah itu memakai dua lapis baju besi. (al Bidayah) 
Dikeluarkan oleh al Waaqidi dengan sanad lain bersandarkan kepada Imarah binti Urbah r.ha. bahwa ia telah membunuh seorang penunggang kuda dari kaum musyrikin dalam perang Uhud. 
Umar r.a. berkata bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah aku menoleh ke kanan dan kiri dalam perang Uhud melainkan aku melihat Ummu Imarah berperang untuk melindungiku.” (al Ishabah) 
Dikeluarkan oleh Ibnu Saad dari jalur al Waaqidi dari Dhamrah bin Sa’id r.a. katanya: Umar bin al Khaththab membawa pakaian-pakaian dan kapas. Di antaranya terdapat sehelai pakaian yang baik dan besar. Sebagian dari mereka berkata, “Sesungguhnya pakaian itu berharga sekian, sebaiknya engkau memberikannya kepada isteri Abdullah bin Umar yaitu Shafiah binti Abu Ubaid.” 
Umar r. a. berkata, “Antarkanlah pakaian itu kepada orang yang lebih layak dari mereka yaitu Ummu Imarah Nasibah binti Kaab r.ha. Karena aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidaklah aku menoleh ke kiri dan kanan dalam perang Uhud melainkan aku melihat Ummu Imarah memerangi musuh untuk melindungiku.” (Kanz al Ummal) 
Dikeluarkan oleh Ibnu Saad dari Hisyam dari ayahnya bahwa Safiah r.ha. turut serta di dalam perang Uhud. Ketika kaum muslimin telah mundur di tangannya terpegang tombak yang digunakan untuk memukul muka musuh Rasulullah saw. bersabda, “Ya Zubair! Ta adalah seorang wanita.” (al Ishabah) 
Dikeluarkan oleh Ihnu Ishaq dari Abid katanya: Shafiah binti Abdul Muthalib r.ha. berlindung di dalam benteng Hasan bin Tsabit r.a.. Shafiah berkata, “Hasan r.a. bersama-sama dengan kami beserta kaum wanita dan anak-anak. Seorang lelaki Yahudi melewati kami sambil petantang petenteng dekat kami. Ketika itu Banu Quraizah memerangi kaum muslimin dan memisahkan kami dari Rasulullah saw.. Tidak ada seorang pun yang mempertahankan kami. Rasulullah saw. dan sahabat-sahabatnya juga berada dalam keadaan genting dan mereka tidak mampu untuk memukul mundur kaum Yahudi itu. 
Ketika seseorang datang ke arah kami, aku pun berkata, “Ya Hasan, lelaki Yahudi itu mencoba masuk ke sini.” Dan aku, demi Allah, tidak merasa aman, takut kalau-kalau lelaki Yahudi itu akan menunjukkan kepada rekan-rekannya akan keberadaan kami di sini. Sementara itu Rasulullah saw. dan sahabat-sahabatnya sedang bertempur dengan orang-orang Yahudi itu. 
Hasan berkata, “Allah mengampunimu wahai anak perempuan Abdul Mutthalib. Demi Allah! Aku mengetahui bahwa aku bukanlah orang yang berani untuk menghadapi situasi seperti ini.” 
(Kata Shafiah) Ketika aku mendengar ia berkata demikian, aku kira ia bukanlah seorang yang dapat melindungi kami, maka aku pun mengambil sebatang kayu dan turun dari tembok itu untuk menghadapi lelaki itu. Aku pun memukul lelaki itu dengan kayu hingga membunuhnya. Setelah aku selesai membunuhnya aku kembali naik ke atas tembok itu. 
Aku berkata kepada Hasan, “Ya Hasan! Turunlah kamu dan ambil apa saja yang dimilikinya dan lucutilah pakaiannya. Aku tidak mau melucuti pakaiannya karena ia seorang lelaki.” 
Ia berkata kepadaku, “Aku tidak berhajat kepada apa yang dimilikin ya.” (al Bidayah) 
Dikeluarkan oleh al Baihaqi dari jalur lbnu lshaq dari Yahya bin ‘Ibad bin Abdullah bin az Zubair dari bapaknya seperti hadits di atas. Kemudian diriwayatkannya dari jalur Hisyam bin Urwah dari bapaknya dari Shafiah r.ha. dengan sedikit tambahan: “Dialah wanita pertama yang membunuh dua orang lelaki musyrikin.” 

Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Anas r.a. katanya: Abu Thalhah r. a. datang pada hari perang Hunain. Rasulullah saw. tertawa. Maka Abu Thalhah pun bertanya, “Ya Rasulullah! Tidakkah engkau melihat ke arah Ummu Sulaim, Ia membawa sebilah pisau.” 
Rasulullah saw. pun bersabda kepadanya, “Ya Ummu Sulaim, apakah yang ingin kamu lakukan dengan pisau itu?” 
Ia menjawab, “Aku ingin, apabila salah seorang dari mereka mendekatiku aku akan mernbunuhnya dengan pisauku ini.” (Kanzul Ummal) 
Dalam riwayat Muslim dari Anas r.a. diriwayatkan bahwa Ummu Sulaim r. ha. membawa sebilah pisau pada hari perang Hunain dan berkata, “Aku telah mengambil pisau ini, sekiranya seorang lelaki musyrikin mendekatiku, aku akan merobek perutnya dengan pisau ini.” - 
Dikeluarkan oleh at Thabrani dari Muhajir, bahwa Asma’ binti Yazid bin as Sakan anak perempuan saudara Muaz bin Jabal r.ha. telah membunuh sembilan orang tentara Romawi dengan kayu pancang kemah dalam perang Yarmuk. 

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !