Dikeluarkan oleh al Bukhari dari Khalid bin al Walid r.a. yang berkata, “Dalam perang Mauta, tanganku mengalami sembilan luka akibat tebasan pedang kecuali telapak tanganku yang kanan.”
Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah, sebagaimana dalam al Istiab. Dikeluarkan juga Oleh al Hakim dan Ibnu Saad seperti itu.
Dikeluarkan oleh al Hakim dari Aus bin Harisah bin Laam r.a. katanya: Tidak ada orang yang sangat memusuhi orang-orang Arab selain Hurmuz. Setelah kami berhasil membunub Musailimah bin Kadzdzab dan kawan-kawannya, kami pun bergerak ke arah Basrah. Kami berhadapan dengan Hurmuz di Kazimah disertai pasukan tentara yang besar. Hurmuz menantang kaum muslimin untuk beradu tenaga dengannya. Maka Khalid menyambut tantangan itu. Akhirnya Khalid berhasil membunuhnya.
Setelah itu ia menulis surat kepada Abu Bakar ash Shiddiq mengenai kemenangannya-ke atas Hurmuz dan tentara-tentaranya. Apa yang dimiliki oleh Hurmuz kemudian diberikan kepada Khalid sebagai harta rampasan. Ketika itu Hurmuz memakai mahkota yang berharga seratus ribu dirham. Sudah menjadi adat orang Persia ketika itu, jika seorang lelaki dipandang mulia, maka ia akan diberi mahkota yang berharga seratus ribu dirham.
Dikeluarkan oleh al Waaqidi dari Abu az Zanad katanya: Ketika Khalid hampir wafat, ia menangis sambil berkata, “Aku telah menyertai perang ini dan itu, tidak sejengkal pun dari bagian tubuhku yang terbebas dan tebasan pedang atau tusukan tombak maupun dari lontaran anak panah. Namun demikian, kini aku akan mati di atas tilamku seperti kematian seekor unta. Sesungguhnya orang-orang pengecut tidak akan dapat tidur dengan lelap.” (al Bidayah)
