Kisah Keberanian Abdullah bin Abu Hadrad al Aslamy R.a.

0
Keberanian Abdullah bin Abu Hadrad al Aslamy R.a. 
Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Abdullah bin Abu Hadrad r.a., kata Abdulah: Aku telah menikahi seorang wanita dari kaumku dan aku telah memberikan dua ratus dirham sebagai mas kawin kepadanya. Aku mendatangi Rasulullah saw. untuk meminta pertolongan atas pernikahanku ini. Rasulullah saw. bertanya kepadaku, “Berapa banyak mas kawin yang kamu berikan kepadanya.” 
Aku menjawab, “Dua ratus dirham.” 

Rasulullah saw. bersabda, “Maha Suci Allah! Demi Allah, jika kamu meminjamnya dari penduduk wadi ini, takkan mencukupi untuk kamu. Aku tidak mempunyai uang sebanyak itu untuk menbantumu.” 
Aku pun menunggu beberapa hari. 

Seorang lelaki dari kaum Jasham bin Muawiyyah yang dipanggil Rifaah bin Qis atau Qis bin Rifaah telah tiba. Ia berasal dari suku yang besar dari Jasham. Ia bersama kaumnya tiba di satu kawasan hutan untuk mengumpulkan kaum Quraisy dengan tujuan untuk menyerang Rasulullah saw..Ia seorang yang ternama dan dimuliakan di kalangan suku Jasham. 
Rasulullah saw. memanggilku dan dua orang lelaki muslimin yang lain. Beliau berkata kepada kami, “Pergilah kamu menemui lelaki itu dan jangan kembali sebelum kamu mengetahui keadaannya.” 
Rasulullah saw. memberi kami seekor unta betina yang telah tua. Unta itu terlalu lemah sehingga terpaksa dibangunkan oleh kami. Kami membawa senjata yang terdiri dan panah dan pedang. Kami sampai di satu tempat pada waktu matahari telah terbenam. Aku bersembunyi di satu arah dan kedua sahabatku itu bersembunyi di tempat yang lain. Aku berkata kepada keduanya, “Jika kamu berdua mendengar aku bentakbir dan menyerang laskar musuh hendaklah kamu berdua turut bertakbir dan menyerang bersamaku.” 

Maka demi Allah, kami telah menunggu dalam keadaan demikian tetapi kami tidak melihat seorang pun atau suatu kejadian sehingga malam gelap. 
Pihak musuh mempunyai seorang penggembala binatang ternak yang membawa binatang ternaknya mencari padang rumput, lalu terlambat menyertai mereka, Karena itu mereka takut sekiranya sesuatu yang buruk terjadi kepadanya. Pimpinan mereka yang bernama Rifaah bin Qis pun bangun dan mengambil pedangnya lalu menggantungkannya di lehernya. Ia berkata, “Demi Allah! Aku yakin sekali bahwa suatu kejahatan telah menimpa atas pengembalian kita.” 
Sekumpulan lelaki di kalangan mereka berkata kepadanya, “Demi Allah! Janganlah kamu pergi, kami saja yang pergi menggantikan tempat kamu.” 
Rifaah menjawab, “Tidak, biar aku saja yang pergi.” 
Mereka berkata, “Kami bersama-sama dengan kamu.” 
Kata Rifaah, “Tidak seorang pun dari kamu yang pergi.” 

Maka ia pun meninggalkan mereka hingga melewati tempat aku bersembunyi. Ketika aku merasa yakin, aku pun melepaskan anak panahku ke arahnya yang mengenai jantungnya. Maka demi Allah, ia tidak sempat berkata sepatah kata pun lalu aku menyerang ke arahnya. Aku pun memelintir kepalanya. Kemudian aku menyerang laskar musuh itu dari satu arah sambil bertakbir. Kedua sahabatku juga menyerang dari arah yang lain sambil bertakbir. 

Demi Allah, mereka lari menyelamatkan diri dengan membawa apa saja yang mmpu mereka bawa, termasuk para wanita dan anak-anak mereka dan harta benda mereka yang ringan terjinjing. Kami telah merampas beberapa ekor unta dan harta rampasan Iainnya yang banyak. Aku pun kembali dengan membawa harta rampasan itu menemui Rasulullah saw. beserta dengan kepala Rafiah. Rasulullah saw. memberiku tiga belas ekor unta sebagai harta rampasan dan untuk membantuku membayar mahar pernikahanku itu. 
Sebagaimana dalam al Bidayah. Dikeluarkan juga dan Imam Ahmad dan yang lainnya seperti demikian. 

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !