Kaum Wanita Berangkat di Jalan Allah Swt. : Wanita Bani Ghifar.

0
Kisah Sebelumnya.......

Dikeluarkan oleh Ibnu Ishaq dari seorang wanita Bani Ghifar katanya: 
Aku menemui Rasulullah saw. bersama sekumpulan wanita dari Bani Ghifar. Kami berkata kepada baginda saw., “Kami ingin berangkat bersama denganm u di dalam ghuzwahmu. (Pada waktu itu baginda berghuzwah ke Khaib ar) Kami akan merawat orang yang cedera dan membantu kaum muslimin sekadar kemampuan kami.” 
Rasulullah saw. bersabda, “Atas berkah Allah.”
 
Maka kami pun berangkat mengikuti Rasulullah saw.. Aku adalah Seorang hamba yang masih remaja. Rasulullah saw. menaikkan kami di atas unta yang digunakan untuk membawa barang-barang. Rasulullah saw. berhenti di satu tempat pada waktu shubuh dan aku pun turut turun. Ketika itu darah haidku yang pertama keluar. Aku pun merasa malu lalu kembali ke untaku. Ketika Rasulullah saw. melihat keadaanku dan melihat darah pada pakaianku, beliau saw. bersabda, “Kamu sedang haid?” 
Aku menjawab, Ya. 
Rasulullah saw., bersabda kepadaku, “Bersihkanlah dirimu, ambillah seember air, bubuhkan sedikit garam dan basuhlah tempat simpanan barang yang terkena oleh darah, kemudian kembali ke kendaraanmu.” 

Setelah kaum muslimin memperoleh kemenangan di Khaibar, kami mendapat banyak harta rampasan. Kemudian beliau memberiku kalung yang kamu lihat di leherku ini kepadaku dengan mengalungkannya di Ieher dengan tangannya yang mulia. Demi Allah, aku tidak akan berpisah dari kalung itu sehingga aku mati. 

Wanita itu telah berwasiat agar jenazahnya dikuburkan bersama dengan kalung itu. Ia tidak akan bersuci dari haidnya melainkan ia membubuhi sedikit garam ke dalam air mandinya itu. Dan Ia juga telah berwasiat agar jenazahnya dimandikan dengan air yang dibubuhi garam. 

Diriwayatkan oleh al Imam Ahmad dari Abu Daud dari hadits Ibnu Ishaq. Diriwayatkan oleh al Waqidy dengan isnad-isnadnya dari Umiyah binti Abu Salt r. ha., sebagaimana dalam al Bidayah. 
Dikeluarkan oleh al Bukhari dari Anas r.’a. katanya: Rasulullah saw. masuk menemui wanita anaknya Milhan. Baginda bersandar ke dinding kemudian tertawa. Wanita itu bertanya kepadanya, “Mengapa tuan tertawa?” 
Rasulullah saw. menjawab, “Akan ada di kalangan umatku yang melintasi lautan untuk keluar di jalan Allah. Perumpamaan mereka adalah seperti raja yang menguasai tawanannya.” Wanita itu berkata, “Ya Rasulullah! Jadikanlah aku di kalangan mereka.” Rasulullah saw. pun berdoa, “Wahai Allah! Jadikanlah ia di kalangan mereka."

Kemudian Rasulullah saw., pun tertawa lagi. Wanita itu berkata sebagaimana yang telah dikatakannya kepada Rasulullah saw..
Lalu Rasulullah saw. bersabda sebagaimana yang telah disabdakannya. 
Wanita itu berkata, “Ya Rasulullah! Jadikanlah aku di kalangan mereka.” 
Baginda saw. bersabda, “Engkau adalah dari kalangan mereka yang paling ulung melintasi lautan di jalan Allah, kamu bukan dari kalangan mereka yang terkemudian.” 

Anas berkata, “Wanita itu menikah dengan Ubadah bin as Shamit r.a.. 
Ia ikut berjihad dengan melintasi lautan bersama dengan anak perempuan Kurzah. Ketika ia menunggang untanya, ia terjatuh lalu meninggal dunia.” 

-selesai-
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !