Dakwah Rasulullah kepada Abul Haisar dan seorang pemuda bani Abdul Haisar
Diriwayatkan oleh Abu Nuaim bin Labid, saudara bani Abdul Asyhal, katanya: Ketika Abul Haisar, yaitu Anas bin Rafi' sampai ke Makkah bersama beberapa pemuda dari Bani Ashal, dikalangan mereka terdapat Iyas bin Muadz r.a. Mereka datang guna mengadakan perjanjian pertahanan dengan suku Quraisy untuk kaum mereka, yaitu kaum Khazraj.
Rasulullah telah mendengar mengenai mereka kemudian pergi menemui mereka dengan bersabda, "Apaka kalian ingin mendapatakan sebuah kebaikan yang lebih baik dari pada maksud kalian datang kesin."
Mereka bertanya, "Kebaikan apakah itu?"
Rasulullah bersabda, "Aku adalah utusan Allah, Allah mengutusku kepada hamba-hambanya dan menyeru mereka supaya menyembah Allah dan jangan menyekutukan dengan apa pun juga , dan Dia telah menurnkan al-Kitab kepadaku."
Kemudian Rasulullah menceritkan kepada mereka mengenai Islan dan membacakan al Quran kepada mereka. Iyas bin Mu'adz yang saat itu masih muda berkata, "Wahai kaumkku, ini lebih baik daripada maksud kedatangan kalian."
Abul Haisar Anas bin Rafi' pun mengambil segenggam pasir dan melemparkannya kewajah Iyas bin Mu'adz dan berkata, "Tinggalkanlah kami. Kami datang kesini bukan untuk itu."
Iyas terdiam, Rasulullah bangkit meninggalkan mereka dan mereka semua kembali ke Madinah.
Suatu ketika, terjadilah perang Bu'ats, antara suku Aus dan Khazraj. Tak lama setelah kejadian itu, Iyas meninggal dunia. Mahmud bin Labid berkata, "Orang-orang yang hadir pada waktu kematian Iyas memberitahuku bahwa tak henti-hentinya mendengar Iyas bertahlil mengesakan Allah, membesarkan-Nya, dan mensucikan-Nya hingga datang ajalnya. Mereka yakin bahwa ia mati sebagai orang Islam. Sungguh dahulu ia telah menempatkan Islam didalam hatinya sejak berada di majelis Rasulullah pada waktu ia mendengar dari Rasulullah apa yang ia dengar."
Demikian tercantum dalam kitab Kanz al Ummal (juz 7, hal. 11). ahmad dan ath Thabrani juga meriwaytkan hadits diatas dan para rawinya adalah rawi terpercaya, sebagaimana yang dikatakan oleh al Haitsami (juz 6 hal. 36). Ibnu Ishaq juga meng-asalkan hadits itu dalam kitab al Maghazi, dari Mahmud bin Labid, dengan isi hadits semisal itu.
Diriwayatkan juga oleh Jama'ah dari Ibnu Ishaq, sedang ia berasal dari hadits-nya yang shahih, seperti yang ia katakan dalam kitab al Ishabah (juz 1, hal, 91).
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
