Dakwah - Diriwayatkan oleh Abu Nuaim (hal 102) dari jalur al Waqidi, dari Abdullah bin Wabishah al Absy, dari ayahnya, dari kakeknya, katanya: Rasulullah pernah datang ke perkemahan kami dii Mina. Sedang kami berkemah di Jamratul Ula di dekat masjid Khaif. Beliau diatas kendaraannya bersama Zaid bin Haritsah yang membonceng di belakang beliau. Beliau telah menyeru kami kepada Islam. Demi Allah, kami tidak menjawab seruan itu dan sebenarnya tidak ada pilihan bagi kami untuk tidak menjawab seruan itu. Padahal kami telah mendengar Rasululah dan dakwah beliau pada musim haji. Baginda telah menyeru dan menemui kami, namun kami tidak menjawab ataupun beriman kepadanya.
Ketika itu Maisarah bin Masruq al Absi ada bersama kami. Dia berkata, "Aku bersumpah dengan nama Allah , jika kita membenarkan kata-kata lelaki ini, dan mengajaknya ke tengah-tengah tempat tinggal kita, maka itu adalah pendapat yang baik. Akupun bersumpah dengan nama Allah, agamanya akan menang hingga ke pelosok-pelosok."
Kaumnya berkata kepadanya, "Biarkanlah kami! Janganlah kamu hadapkan kami kepada sesuatu yang tidak kami sanggup."
Rasulullah sangat mengharapkan keislaman Maisarah. Itulah yang menyebabkan beliau berbincang-bincang dengan Maisarah.
Maisarah berkata, "Alangkah baik dan bercahayanya pembicaraanmu itu , akan tetapi kaumku menentangku dan aku hanyalah sep\orang lelaki yang berada di tengah-tengah kaumnya; jika kaumnya tidak mau membantunya, apalagi memusuhhinya, itu jauh lebih lagi."
Rasulullah segera pergi dari situ dan seluruh kaum itu pulang kerumah masing-masing.
Sesampainya di kampumg, Maisarah berkata kepada mereka, "Hai kaumku, marilah pergi ke Fadak, karena disana ada orang-orang Yahudi yang kita bisa tanyai mengenai dia (Muhammad)."
Mereka pun pergi menemui orang-orang Yahudi yang dikatakn Maisarah itu. Orang-orang Yahudi itu mengeluarkan satu kitab besar mereka dan meletakkannya. Kemudian mereka membaca ayat-ayat mengenai ciri-ciri Rasulullah , yaitu: "Seorang Nabi yang Ummi, berbangsa Arab, biasa menunggang unta; yang merasa cukup dengan makanan yang kasar (roti keras); tubuhnya tidak rendah dan tidak tinggi; rambutnya tidak llurus dan tidak keriting; pada kedua matanya ada warna utih dan kemerah-merahan. Jika ia menyeru kalian, maka terimalah seruannya dan masuklah kedalam agamanya. Karena kami hasad kepadanya, maka kami tidak mengikutinya. Itulah yang menyebabkan kami tidak dapat mengikutinya. Sesungguhnya karena dialah dibeberapa tempat kami akan ditimpa bencana yang besar. Sesungguhnya tiada seseorang dari kalian bansa Arab yang tersisa, melainkan dia akan mengikuti atau memeranginya , maka jadilah kalian orang-orang yang mengikutinya."
Maisarah berkata, "Hai kamumku, sesungguhnya urusan ini telah nyata kebenarannya."
Kaumnya berkata, "Pada musim haji tahun depan kita menemuinya?"
Mereka pun kembali ke negeri mereka tetapi para lelaki mereka menolak hal itu, sehingga tiada seorang punn mengikutinya.
Ketika Rasulullah tiba di Madinah dan mengerjakan haji Wada', Maisarah bertemu dengan beliau dan mengenali beliau. Maisarah berkat kepada beliau, "Yaa Rasulullah, demi Allah aku tidak henti-hentinya berharap dapat mengikutimu sejak pertama kali engkau menemuiku dahulu hingga terjadilah apa yang terjadi. Dan Allah menghendaki keterlambatan ke-Islamanku sebagaimana yang engkau saksikan . Sesungguhnya sebagian besar orang-orang yang bersamaku dahulu telah meninggal dunia. Dimana tempat kembali mereka , wahai Rasulullah ?"
Rasulullah bersabda, "Setiap orang yang meninggal diluar agama islam, maka tempatnya adalah di dalam api neraka."
Maisarah berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menjaukakn dan mengeluarkanku dari api neraka dengan Islam."
Maisarah memeluk Islam dan memperbagus ke-Islamanya. Ia mempunyai kedudukan yang baik disisi Abu Bakar r.a.
Abu Nuaim menyebutkan hadits ini dalam kittab al Bidayah (juz 3, hal. 145), dari al Waqidi dengan sanadnya, yang isinya sama seperti itu.
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

