Rasulullah saw. Keluar Dari Gua Kemudian Berangkat Ke Madinah

0
Hijrah - Kemudian keduanya keluar dari gua itu dan mengambil jalan di pesisir pantai. Abu Bakar r.a. mendahului Rasulullah saw. dengan berjalan di depannya. Apabila dia khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk kepada Rasulullah saw. dan arah depan, maka Abu Bakar berjalan di depan untuk melindungi Rasulullah saw.. Sekiranya timbul perasaan khawatir akan terjadi sesuatu kepada Rasulullah saw. dari arah belakang, maka ia berjalan di belakang untuk melindungi Rasulullah saw.. Begitulah keadaan perjalanan dan perbuatan Abu Bakar r. a. di sepanjang perjalanan itu. 

Abu Bakar adalah seorang lelaki yang sangat dikenal orang banyak. Apabila seseorang bertemu dengannya lalu bertanya kepada Abu Bakar, mak a ia akan menjawab, ‘Seorang pemberi petunjuk yang menunjukiku (Yaitu menuju jalan kebaikan. karena beliau saw bersabda kepada Abu Bakar, Alihkan perhatian orang banyak dariku.’ Maksudnya: Samarkan jawaban tentang diriku kepada orang yang bertanya tentang diriku. Karena tidak pantas seorang nabi berdusta walaupun secara tauriyah (mengatakan sesuatu dengan maksud yang berbeda) as Sirah aI Halabiyyah (2146)).” yang Abu Bakar maksud adalah penunjuk jalan hidayah ke arah agama yang lurus — Sedangkan orang yang bertanya mengira bahwa yang dimaksud Abu Bakar adalah penunjuk arah ke suatu tempat. 

Ketika mereka sampai di perkampungan di daerah Qudaid (di antara Makkah dan Madinah) dalam perjalanan itu, seseorang mendatangi Bani Mudlij dan berkata, “Aku melihat dua orang sedang menunggang unta di pesisir pantai. Aku merasa yakin salah satunya adalah orang yang dicari oleh orang-orang Quraisy.” 

Suraqah bin Malik berkata, “Bukan, kedua pengendara itu termasuk orang-orang yang kami kirim untuk keperluan suatu kaum (Sesungguhnya mereka itu bukan mereka (Muhammad saw. dan Abu Bakar r.a.), akan tetapi kamu tetah melihat si fulan dan si fulan yang berangkat dengan sepengetahuan kami.” Dengan sepengetahuan kami untuk mencari barang mereka yang hilang. (Suraqah mengatakan ha itu semata mata agar dia saja yang memenangkan hadiah seratus ekor unta itu, dan tidak ada seorang pun dari kaumnya bisa turut serta menikmati hadiah itu dengan keluar bersamanya untuk membunuh atau menawan keduanya.).” 

Kemudian Suraqah memanggil budaknya, membisikinya, dan menyuruhnya untuk mempersiapkan kudanya. Setelah kudanya tersedia, ia pun berangkat mengikuti jejak-jejak Rasulullah saw. dan Abu Bakar r. a. 
Suraqah berkata, “Aku pun mendekati keduanya,...” 
Maka dia menceritakan kisah selanjutnya sebagaimana yang akan dik isahkan kemudian. 

Al Haitsami mengatakan (juz 6. hal. 54) bahwa dalam sanadnya terd apat Ya’qub bin Humaid bin Kasib, Ibnu Hibban dan lainnya mengangg apnya tsiqat, sedang Abu Hatim dan lainnya mendha’ifkannya.: para rawi Iainnya adàlah rawi-rawi shahih — selesai.
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !