Kisah Sahabat Nabi: Pengingkaran Terhadap Orang Yang Tidak Menyempurnakan Masa Empat Puluh Hari di Jalan Allah

0
Pengingkaran Terhadap Orang Yang Tidak Menyempurnakan Masa Empat Puluh Hari di Jalan Allah 
Abdurrazaq meriwayatkan dari Yazid bin Abu Habib, katanya: Seorang lelaki datang menemui Umar bin Khaththab r.a. Umar bertanya kepadanya, “Dari mana kamu?” 
Jawab lelaki itu, “Aku baru berjaga di perbatasan (ribath).” 
Tanya Umar, “Berapa lama?” 
Jawabnya, “Tiga puluh hari.” 
Kata Umar, ‘Mengapa tidak kau genapkan selama empat puluh hari?’40 (Kanzul Ummal [2/228])
-selesai-

Tamahan:

Kisah diatas sebagai bagian dari dalil yang menyatakan pentingnya bilangan empat puluh hari dalam amalan agama, dan dalam hal ini, sebagai dalil pentingnya menyempurnakan masa keluar selama empat puluh hari.

Empat puluh hari adalah tempo llahiah yang sempurna untuk melatih sifat kema-nusiaan sebagaimana firman Allah Swt., Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (mem-berikan Taurat) sesudah berlaku tiga puluh malam dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh malam lagi. Maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya, empat puluh malam.”

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
Tags

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !