Diriiwayatkan oleh Abdurrazaq dari Ibnu Juraij, katanya: Seseorang yang aku percayai telah memberitahuku bahwa ketika Umar r.a. sedang berkeliling kota, beliau mendengar seorang wanita membacakan syair:
Betapa panjang malam ini dan sangat gelap di sekelilingnya.
Ini membuatku tidak bisa tidur karena tidak ada kekasih untukku bermesraan.
Jika saja tidak takut kepada Allah, yang tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.
Pasti akan bergoncang dengan keras’ tepi-tepi tempat tidur ini (karena perbuatan zina dengan orang lain).
Maka Umar r.a. bertanya kepada wanita itu, “Mengapa kamu mengucapkan itu?”
Jawab wanita itu, “Aku ditinggal pergi jauh oleh suainiku sejak beberapa bulan ini, sedang aku sangat merindukannya.”
Tanya Umar, “Apakah kamu ingin melakukan kekejian (zina)?”
Jawab wanita itu, “Aku berlindung kepada Allah dari perbuatan itu.”
Kata Umar, “Kalau begitu, jagalah dirimu.”
Umar segera memanggil suami perempuan itu. Kemudian Umar masuk menemui puterinya yang bernama Hafshah r. ha., dan bertanya kepadanya, “Aku bertanya kepadamu ténfang suatu perkara yang memusingkanku, hendaknya kamu berterus terang kepadaku. Dalam waktu berapa lama seorang perempuan akan merasa rindu kepada suaininya?”
Maka Hafshah menundukkan wajahnya karena malu.
Kata Umar, “Sesungguhnya Allah tidak malu untuk mengungkapkan perkara yang hak.”
Kemudian Hafshah memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan tiga bulan dan jika tidak, empat bulan. Maka Umar menulis surat agar tidak ada pasukan Islam yang ditahan untuk bertugas selama lebih dan empat bulan. Demikian tercantum dalam kitab al Kanz (8/308).
Diriwayatkan ,oleh Baihaqi (9/29) dari jalur Malik, dari Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar, katanya: Pada suatu malam, ketika Umar bin Khaththab keluar seperti biasanya untuk melihat keadaan umat Islam, beliau mendengar seorang wanita membacakan syair:
Malam ini begitu panjang dan sangat gelap sekelilingnya.
Ia membuatku tidak bisa tidur karena tiada kekasih untukku bermesraan.
Maka Umar bertanya kepada Hafshah, “Berapa lama seorang wanita dapat bersabar berpisah dari suaminya?”
Ia menjawab, “Selama enam atau empat bulan.”
Maka Umar pun berkata, “Aku tidak akan menyuruh pasukan tentara keluar lebih dan jangka waktu itu.”
