Kisah Sahabat Nabi: Seorang Lelaki Meronda Malam

0
Seorang Lelaki Meronda Malam 
Diriwayatkan oleh ath Thabarani dari Abu Athiyyah r.a., katanya: 
Rasulullah saw. sedang duduk ketika diberitahukan kepada beliau bahwa seorang lelaki telah meninggal dunia. Tanya beliau, “Adakah di antara kalian yang telah melihamya melakukan amalan baik?” 
Maka seorang lelaki berkata, “Ya, aku telah jaga malam bersamanya di jalan Allah.” 
Karena itu Rasulullah saw. dan para sahabat menyalati jenazahnya. 

Ketika jenazah itu dimasukkan ke dalam kubur, Rasulullah saw. menaburkan tanah di atas jenazah itu, lalu berkata, “Sesungguhnya sahabat-sahabatmu mengira bahwa kamu adalah penghuni neraka dan aku bersaksi bahwa kamu termasuk penghuni Jannah.” 

Kemudian Rasulullah saw. bersabda kepada Umar bin Khaththab r.a., “Janganlah kamu bertanya mengenai amalan manusia (kemaksiatan-kemaksiatan manusia ). tetapi bertanyalah mengenai fitrah (yaitu: mengenai slam dan amalan kebaikan; maksudnya: mengenai hal-hal yang menunjukkan kepada islam, berupa syiar-syiar agama dan tanda-tanda keyakinan. Tujuan sabda beliau ini adalah untuk mencegah kelancangan Umar menanyakan masalah-masalah itu, karena anggapan yang dikedepankan adalah keyakinan bahwa orang tersebut ada di atas fitrah. Al Mirqah (4/201) (lnam))” 

Ibnu Asakir juga meriwayatkannya dari Abu Athiyyah r.a. bahwa seorang laki-laki meninggal dunia pada masa Rasulullah saw. Sebagian orang berkata, “Wahai Rasulullah! Jangan engkau shalatkan dia.” Maka Rasulullah saw. bertanya, “Apakah telah ada yang melihatnya dst.” Kemudian dia menceritakan hadits tersebut dengan lengkap; seperti tercantum dalam al Kanz (Juz2, hal. 291.). 

Al Baihaqi meriwayatkan dalam kitab Syuab al Iman dari Ibnu Aidz r.a., katanya: Rasulullah saw. keluar untuk menghadiri jenazah seorang laki-laki. Ketika jenazah itu telah diletakkan, Umar bin al Khaththab r.a. berkata, “Jangan engkau shalatkan dia, wahai Rasulullah! Karena dia adalah seorang laki-laki yang durhaka.” Maka Rasulullah saw. menoleh ke arah orang banyak seraya bersabda, “Apakah telah ada yang melihatnya.. . .dst.” kemudian dia menceritakannya semisal hadits ini; sebagaimana tersebut dalam at Misykaat (hal. 328).

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !