Berjaga Malam di Jalan Allah. Anas bin Abu Martsad Meronda Malam

0
Berjaga Malam di Jalan Allah 

Anas bin Abu Martsad Meronda Malam 

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Sahi bin al Hanzhaliyyah r. a., katanya: Mereka telah bergerak bersama Rasulullah saw pada perang Hunain. Kami mempercepat perjalanan hingga tiba waktu petang. Lalu kami mengerjakan shalat zuhur bersama Rasulullah saw.. 

Seorang penunggang kuda datang menemui Rasuluflah saw. dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya telah berjalan mendahului kalian sehingga saya menaiki bukit ini dan itu. Di sana terlihat suku Hawazin yang datang bersama kaum wanita dan hewan ternak mereka. Semua berkumpul di Hunain.” 

Kemudian Rasulullah saw. pun tersenyum sambil bersabda, “Semua itu akan menjadi harta rampasan bagi orang Islam keesokan harinya, dengan izin Allah.” 
Kemudian Rasulullah saw. bertanya kepada mereka, “Siapakah di antara kalian yang mau meronda pada malam ini?” 
Anas bin Martsad al Ghanawi berkata, “Saya, wahai Rasulullah.” 
Rasulullah saw. bersabda, “Jika demikian, naiklah ke kudamu.” 

Kemudian Anas menaiki kudanya dan mendekat kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw. pun bersabda kepadanya, “Pergilah engkau ke bukit itu hingga sampai di puncaknya. Jangan sampai gara-gara kelalaianmu kita diserang musuh.” 

Keesokan harinya Rasulullah saw. keluar menuju tempat shalatnya, lalu mengerjakan shalat dua rakaat. Rasulullah saw. bertanya, “Apakah kalian mehihat kedatangan pengawal kalian itu?” 
Mereka menjawab, “Wahal Rasulullah., kami tidak melihat kedatangannya.” 
Selanjumya dikumandangkan iqamat. Rasulullah saw. terus menoleh ke arah lereng bukit itu, padahal beliau masih dalam keadaan shalat. 

Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan shalatnya dan mengucapkan salam, Rasulullah saw. bersabda, “Bergembiralah kalian! Penunggang kuda kalian telah datang.’

Maka kami pun melihat ke arah celah-celah pepohonan di bukit itu. Saat itulah ia datang dan berhenti di hadapan Rasulullah saw. Ia mengucapkan salam dan berkata, “Sesungguhnya aku telah naik ke puncak bukit itu sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah saw. kepadaku. Pada esok harinya aku pun menaiki kedua puncak bukit itu, kuperhatikan tetapi tidak terlihat siapa pun.” 
Rasulullah saw. bertanya kepadanya, “Apakah engkau tidur tadi malam?” 
Jawab lelaki itu, “Tidak, tetapi saya sibuk mengerjakan shalat dan menunaikan hajat.” 
Rasulullah saw. bersabda kepadanya, “Engkau telah melakukan perbuatan yang mewajibkan Jannah bagimu, sehingga tidak masalah bagimu bila kamu tidak mengerjakan amalan sunah lagi sesudah jaga malammu itu.’

Al Baihaqi juga meriwayatkannya sama dengan hadits ini (juz 9, hal. 149). Abu Nuaim meriwayatkannya dari Sahi bin al Hanzhaliyyah — semisal hadits itu; seperti tercantum dalam al Muntakhab (juz 5,. hal. 143). 

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !