Pendapat Ibnu Abbas Mengenai Makna Ayat: “Wa MaaKaa Nal Mu’minuuna Liyanfiruu Kaaffah2’
Al Baihaqi meriwayatkan (juz 9, hal. 47) dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata: Allah tabaraka Wa taala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu dan majulah (ke medan. pertempuran) berkelornpok- kelompok, atau majulah bersama-sama!” Dia berfirmán, “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat.” Dia berfirman, “Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah meñyiksa kamu dengan siksa yang pedih.”
Kemudian Dia menghapus’ ayat-ayat tersebut seraya berfirman, “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medap perang).” Maka sebagian orang berperang bersama Raülullah saw. dan sebagian lagi tetap tinggal. Orang-orang yang tingal bersama Rasulullah saw. adalah ônang-orang yang memperdalam ilmu agama, dan memperingatkan kaum mereka jika telah kembali kepada mereka selesai berperang, agar mereka waspada terhadap apa yang ditu runkan Allah dari kitab-Nya, kewajiban-kewajiban-Nya, dan had-had-Nya.
Surat Umar R.a. Kepada Para Amir Agar Mendalami Ilmu Agama
Diriwayatkan oleh Adam bin Abu lyas dalam bab “al ‘Ilm” dari Ahwas bin Hakim bin Urnair al Ansi, katanya: Umar bin Khaththab r.a. menulis surat kepada amir-amir di Ajnad, “Dalamilah ilmu agama, karena sesungguhnya tiada alasan bagi seseorang untuk mengikuti kebatilan saat ia melihatnya sebagai kebenaran, dan tiada alasan juga baginya untuk meninggalkan kebenaran saat ia melihatnya sebagai kebatilan.”
Demikian tercantum dalam kitab Kanzul Ummal (5/228).
