Kisah Sahabat Nabi: Doá Rasulullah Saw. Setelah Selesai Perang Uhud

0
Berdoá Sesudah Selesai Perang
Doá Rasulullah Saw. Setelah Selesai Perang Uhud
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Rifaáh az Zuraqi r.a., katanya:
Pada perang Uhud dan kaum musyrik telah bersiap siaga, Rasulullah saw. bersabda kepada tentara Islam, “Luruskan barisan kalian, sampai aku memuji Rabbku Azza wa Jalla.”

Maka mereka pun berbaris di belakangnya, Rasulullah saw. berdoá, “Ya Allah! Bagi-Mu segala pujian. Ya Allah, tiada yang bisa memegang apa yang telah Engkau lepas dan tiada pula yang bisa melepaskan apa yang telah Engkau pegang. Tiada pemberi petunjuk bagi manusia yang telah Engkau sesatkan dan tiada yang menyesatkan manusia yang telah Engkau karuniai petunjuk. Tiada pemberi bagi apa yang telah Engkau halangi dan mendapatkannya dan tiada penghalang atas apa yang telah Engkau berikan. Tiada yang dapat mendekatkan apa yang telah Engkau jauhkan dan tiada yang menjauhkan apa yang Engkau telah dekatkan.” 

“Ya Allah! Sebarkanlah kepada kami keberkahari -Mu, rahmat-Mu, rezeki dan kelebihari -Mu.”
“Ya Allah! Sesungguhnya aku meminta dari-Mu nikmat yang kekal, yang tidak akan hilang dan terhapus.”
“Ya Allah! Sesungguhnya aku meminta kepada-Mu nikmat pada hari kefakiran (kiamat) dan keamanan pada hari ketakutan.”
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah Engkau berikan kepada kami dan kejahatan apa yang Engkau tidak berikan kepada kami .”
“Ya Allah! Cintakanlah kami kepada iman dan hiaskanlah ia di dalam qalbu-qalbu kami . Dan bencikanlah kami kepada kekufuran, kefasikan dan kedurhakaan. Jadikanlah kami dari kalangan orang-orang yang memperoleh petunjuk.”
“Ya Allah! Wafatkanlah kami sebagai orang Islam, hidupkanlah kami sebagai orang Islam dan gabungkanlah kami bersama orang-orang yang shalih’tanpa kehinaan dan fitnah.”
“Ya Allah! Perangilah orang-orang kafir yang mendustakan para pesuruh-Mu dan menghalang-halangi dari jalan-Mu. Timpakanlah kepada mereka azab-Mu.”
“Ya Allah! Perangilah orang-orang kafir yang telah diberi al Kitab, wahai Tuhan yang hak.”
Diriwayatkan oleh Nasa’i dalam kitab Al Yaum wal Lailah’, dekamikian tersebut dalam al Bidayah (4/38). 

Al Bukhari juga meriwayatkannya dalam “al Adab”, juga ada Thabarani, al Baghawi, al Bawardi, Abu Nuáim dalam al Hilyah, al Hakim dan al Baihaqi. Adz Dzahabi berkata bahwa hadits itu, meskipun bersih adalah hadits munkar. Bahkan aku khawatir ini adalah hadits maudhu’.
143A1 Hakm meriwayatkan hadis tersebut di dua tempat. Sedang adz Dzahabi sepakat derajat keshahihan salah satunya. (syin)
 
Dekamikian tercantum dalam kitab Kanz al Ummäl (juz 5, hal: 276). Al Haitsami berkata (juz 6, hal. 122) sesudah dia rnenceritakan hadits itu: Diriwayatkan oleh al. Imam Ahmad dan al Bazzar, sedang para rawi Ahmad adalah rawi-rawi shalih — selesai. 

telah dikemukakan di depan, doá Rásulullah saw. selesai herdakwah kepada penduduk.Tha’if dalam bab “Nabi saw. menanggung penderitaan dan gangguan dalam dákwah ilallah”.

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
Tags

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !