Diriwayatkan oleh al Hakim (3/458) dari Muhammad bin Sirin, katanya: Abu Ayyub menyertai Rasulullah saw. dalam perang Badar. Sejak hari itu, ia tidak pernah ketinggalan menyertai perang demi perang bersama orang-orang Islam, kecuali pada satu tahun saja, karena saat ini yang diangkat sèbagai panglima adalah seorang pemuda, maka pada tahun itu Ia tidak turut serta.
Sesudah tahun itu berlalu, ia merasa sedih dan menyesal, dan berkata, “Bukan menjadi tanggung jawabku siapa yang diangkat sebagai pimpinan atasku.” Sebanyak tiga kali. Kemudian ia jatuh sakit, dan amir jamaah saat itu adalah Yazid bin Mua’wiyah. Yazid datang menziarahinya dan bertanya, “Apakah keinginanmu?”
Kata Abu Ayyub, “Yang kuinginkan adalah jika aku mati, bawalah jenazahku masuk ke wilayah musuh selama kamu menjumpai pintu masuk ke sana. Jika kau tidak menjumpai pintu masuk, maka kuburkan aku, lalu pulanglah.”
Ketika ia telah wafat, Yazid membawa jenazahnya di atas kendaraan dan berjalan bersamanya di wilayah musuh. Ia tidak mendapatkan pintu masuk, kemudian ia menguburnya, lantas kembali.
Muhammad bin Sirin berkata bahwa Abu Ayyub pernah berkata, “Allah Azza wa Jalla telah berfirman, ‘Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat:’ Maka tiada aku mendapati diriku, kecuali dalam keadaan merasa ringan atau merasa berat.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d (3/49), dari Muhammad — hampir sama dengan kisah di atas, sebagainiana tercantum dalam al Ishabah (1/ 405). Dia berkata bahwa Abu Ishaq al Fuzari meriwayatkannya dari Muhammad, dan Ia menyebutkan nama pemuda itu, yaitu: Abdul Malik bin Marwan. — selesai.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abdul Barr dalam at Istiab (1/404), dari Abu Zhibyan, dari guru-gurunya, dari Abu Ayyub al Anshari r.a. bahwa ia telah berangkat untuk berperang pada zaman Muáwiyyah, lalu jatuh sakit. Ketika penyakitnya bertambah berat, ia berkata kepada para sahabatnya, “Sekiranya aku mati, bawalah aku. Bila kalian telah berhadapan dengan musuh, kebumikan aku di bawah telapak kaki kalian.” Kemudian para sahabatnya melakukan sebagaimana yang diwasiatkannya.
Diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad dalam al Bidayah (8/59) dari Abu Zhibyan, katanya: Abu Ayyub r.a. berangkat dalam perang bersama Yazid bin Muáwiyah. Abu Ayyub berkata, “Sekiranya aku mati, maka bawalah aku ke bumi musuh, lalu kuburkan aku di bawah telapak kaki kalian di tempat kalian bertemu musuh.” Kemudian ia berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Barangsiapa mati tanpa mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, akan masuk ke dalam Jannah.”
Diriwayatkan juga oleh Ibnu Sa’d (3/49) serupa susunan kisah Ibnu Abdil Barr.
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
