Ibnu Abdul Barr menukilkannya dalam al Istiab (1/550), dari Hammad bin Salamah, dari Tsabit al Bunani dari Ali bin Zaid, dari Anas bahwa Abu Thalhah r.hum. telah membaca surat al Baraáh dan sampai pada finnan Allah Swt. yang mengatakan, “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat.” Maka ia berkata, “Aku tiada berpendapat selain bahwa Rab kami menyuruh kami berangkat jihad baik pada saat muda maupun tua. Wahai anakku Persiapkan bekalku, persiapkanlah bekalku!”
Mereka berkata kepadanya, “Semoga Allah merahmatimu, engkau telah pergi untuk berperang menyertai Rasulullah saw. hingga beliau saw. wafat, dan bersama Abu Bakar hingga beliau wafat, dan bersama Umar hingga beliau pun wafat. Maka biarkanlah kami yang berangkat berperang untukmu, dan engkau tinggal saja.”
Kata Abu Thalhah, “Tidak. Persiapkanlah bekalku.”
Maka ia pun berperang di atas lautan dan meninggal dunia dalam pelayaran, sehingga tidak didapatkan pulau untuk mengebumikan mayatnya, kecuali setelah tujuh hari. Lantas mereka menguburnya di sana dan jenazahnya tidak berubah sedikit pun.
Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d (3/66) dari jalur Tsabit dari Ali, dari Anas seperti ini dengan panjang lebar.
Al Baihaqi telah meriwayatkannya (juz 9, hal. 21) dan al Hakim (Juz 3, hal. 353) melalui Hammad, dari Tsabit dan dari Anas, dengan isi sama, secara ringkas. Al Hakim berkata: ini adalah hadits shahih menurut syarat Muslim, tapi al Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya. Abu Ya’la juga meriwayatkannya sebagaimana tersebut dalam al Majma’ (juz 9, hal. 312) dengan ringkas, dan dia berkata bahwa para rawinya adalah rawi-rawi shahih.
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
