Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa’i dari Abu Tsa’labah al Khusyani r. a., katanya: Orang-orang ketika singgah di suatu tempat, mereka terpisah-pisah di syi’b-syi’b dan wadi-wadi. Maka Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya berpisahnya kalian di syi’b-syi’b dan wadi-wadi termasuk perbuatan syetan.”
Maka setelah kejadian itu, mereka selalu menggabungkan diri di satu tempat ketika singgah.
Sebagaimana tersebut dalam at Targhib (5/40).
Diriwayatkan juga oleh Baihaqi (9/152) serupa itu, dan ia menambahkan: Sampai diumpamakan: Jika satu kain dihamparkan atas mereka, niscaya akan cukup untuk melingkupi mereka. Demikian pula yang diriwayatkan oleh Ibnu Asakir, sebagaimana tersebut dalam al Kanz (juz 3, hal. 341), sedang bunyi lafalnya adalah: Sampai seandainya selembar kain dihamparkan atas mereka, niscaya kain itu akan melingkupi mereka semua.
Diriwayatkan oleh Baihaqi dari Sahi bin Muadz al Juhari, dari ayahnya r.a., katanya: Aku telah mengikuti perang menyertai Rasulullah saw. dalam perang ini dan itu. Saat itu orang-orang mempersempit tempat dan menghalangi jalan, yang menyebabkan orang lain sulit lewat. Maka Nabi saw. mengutus seorang menyeru untuk menyerukan, “Barangsiapa yang mempersempit tempat dan menghalangi jalan, maka tiada jihad untuknya.”
Diriwayatkan juga oleh Abu Dawud seumpama itu, sebagaimana tersebut dalam al Misykaat (hal. 332).
