Mudzakarah Maut 3 : Empat hal yang membinasakan manusia

0
Rasulullah saw. bersabda, “Ada empat hal yang merupakan ciri-ciri kebinasaan:

(1) Mata yang kering (tidak dapat menangisi dosa-dosanya atau tentang akheratnya). 
(2) Hati yang keras. 
(3) Panjang angan-angan.
(4) Tamak terhadap dunia.”

Abu Said Al-Klmdri rah. a. berkata, “Usamah ra. telah membeli seorang sahaya wanita dengan utang dan akan dibayar setelah sebulan. Ketika Rasulullah saw. mendengar hal ini, maka beliau bersabda, “Betapa anehnya, Usamah ra. berjanji akan membayar utang sebulan lagi. Ia telah berangan angan umurnya menjadi panjang, seakan-akan ia yakin bahwa ia akan hidup sampai sebulan. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, saya sendiri pun tidak meyakini atas hidupku, walaupun sekejap mata atau seangkat gelas untuk diininum, aku tidak yakin apakah aku masih hidup ketika meletakkan kembali gelas itu. Jika saya memasukkan sesuap makanan, maka saya tidak yakin, apakah saya masih hidup ketika menelannya. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, Apa-apa yang telah dijanjikan oleh Allah pasti akan datang, yaitu: mati, Kiamat, hisab, dan lainnya. Kalian tidak dapat menghalangi apa-apa yang telah ditetapkan oleh Allah swt. 

Abdullah bin Urnir ra. berkata, “Suatu ketika Rasulullah saw. memegang pundak saya sambil bersabdi, “Hiduplah di dunia sebagaimana seorang musafir yang sedang bepergian. Bayangkanlah dirimu bersama mereka yang berada di tanah kuburan. Kemudian Nabi saw. bersabda kepada saya, “Hai lbnu Umar ! (sebagian riwayat menyatakan, bahwa ini adalah kata kata lbnu Umar sendiri) Ketika Shubuh janganlah kamu yakin akan hidup sampai waktu sore, dan apabila waktu sore tiba janganlah kamu yakin akan hidup sampai pagi. Dalam keadaan sehat beramatiah untuk menghadapi ketika sakit, agar ketika sakit dosa-dosamu sudah diampuni, yaitu ketika kamu tidak bisa lagi beramal karena udzur sakitmu. Amal-amal yang biasa dikerjakan ketika sehat, maka ketika sakitpun akan tetap mendapat pahalanya. Bersiaplah untuk matimu ketika kamu masih hidup, karena kalian tidak tahu namamu esok hari, yaitu tidak tahu apakah kamu tergolong orang-orang yang shaleh atau orang-orang yang malang.” Firman Allah: 

“Dan diantara mereka ada yang celaka dan ada yang bahagia” 

Muadz bin Jabal ra. berkata, “Ya Rasulullah, berilah saya nasehat.’ Nabi saw. bersabda, “Beribadahlah kepada Allah swt. seakan-akan kalian melihat Allah. Dan anggaplah dirimu termasuk diantara orang-orang yang mati. Perbanyaklah berdzikir di dekat batu-batu dan pohon-pohon, agar semakin banyak saksimu pada hari Kiamat nanti. Dan apabila terjerumus ke dalam maksiat atau dosa, segeralah ikuti dengan beramal baik. Jika dosa itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi, maha amal shalehnya pun harus dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Jika dosa itu dilakukan secara terang terangan, maka taubat dan permohonan ampunnya pun harus dilakukan dngan terang-terangan.’ Dan lbnu Mas’ud ra., Rasulullah saw. bersabda, “Kiamat semakin dekat, namun manusia semakin menjauhi Allah, karena tamak terhadap dunia.’ (At-Targhib).

Suatu ketika Rasulullah saw. keluar dan rumahnya, dan bersabda, ‘Apakah ada diantara kalian yang ingin agar Allah swt. memberikan ilmu kepadanya tanpa ia mempelajarinya? Allah swt. memberinya hidayah tanpa ada siapapun yang menunjukinya? Adakah diantara kalian yang menghendaki agar Allah swt. menjauhkan kebutaan hati kalian dan membuka mata hati kalian? Apabila kalian menghendaki demikian, maka ketahuilah bahwa siapapun yang tidak mencintai dunia dan memendekkan angan-angannya, makaAllah akan mengajarkan kepadanya ilmu tanpa Ia mempelajarinya. Dan Allah memberinya hidayah tanpa seorang pun petunjuk. “ (Durrul Mantsur). 
Dari Jabir ra., Rasnlullah saw. bersabda, “Yang paling saya khawatirkan pada umatku adalah besarnya hawa nafsu dan panjang angan angan. Hawa nafsu yang kuat akan menjauhkan diri dari kebenaran. Dan panjang angan angan akan melupakan akherat. Dunia ini berjalan terus, setiap hari ia akan menjadi semakin jauh. Dan akherat itu selalu bergerak dan semakin hari semakin mendekatinya (setiap saat hidup di dunia ini semakin berkurang, dan maut pun semakin mendekatinya. 
Sebuah syair menyebutkan: 
Jika kalian wahai yang telah lalai, 
mendengar suara waktu dengan perhatian 
Semakin berkurang usiamu didunia ini

Setelah itu Rasulullah saw. bersabda, Dunia dan akherat, masing masing memiliki anak-anak. Apabila mampu, janganlah kalian menjadi anak anak dunia (jadilah anak akherat). Sekarang adalah masa beramal (untuk menanam benih di akherat), bukan tempat perhitungan. Karena esok kalian akan kembali ke kampung akherat yang bukan sebagai tempat beramal, namun ketika itu adalah masa untuk menerima balasan.” (misykat).

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !