Mudzakarah Maut 2 : Kuburpun bisa berkata

0
Suatu ketika Umar bin Abdul Aziz ra. menyertai jenazah sampai ke kuburan. Setibanya di sana, beliau duduk menyendiri merenungkan sesuatu. Seseorang bertanya, “ Yaa Amirul mukminin, engkau adalah wali jenazah ini, mengapa engkau duduk menyendiri.” Beliau berkata, “Ya, saya mendengar kubur ini berkata, “Hai Umar bin Abdul Aziz! Apakah engkau tidak bertanya kepadaku, apa yang telah kuperbuat kepada orang orang yang datang ke sini setelah mati?” Saya berkata, ‘Beritahukanlah.” Kubur ini berkata, “Aku robek kafannya, aku hancurkan tubuhnya berkeping-keping, aku hirup darahnya, lalu kumakan dagingnya. Maukah kuberitahukan kepadamu, apa yang kuperbuat dengan sendi-sendi tubuhnya? Tangannya kupisahkan dari bahunya, dan lengannya kupisahkan dari tangan, dan kepalanya kupisahkan dari tubuhnya, dan paha-pahanya kupisahkan dari pinggangnya, kupisahkan lututnya dari paha, dan kupisahkan betisnya dari lutut, dan kupisahkan kakinya dari betis.” Setelah itu, Umar bin Abdul Aziz ra. menangis, dan berkata, ‘Kehidupan dunia sangatlah sebentar. Dan tipuannya sangat banyak. Yang mulia di dunia, menjadi hina di akherat. Yang kaya di dunia, menjadi miskin di akherat. Anak muda di dunia cepat menjadi tua. Orang yang hidup di dunia akan cepat mati. Jangan biarkan dirimu terperdaya olehnya dan menarik perhatianmu. Padahal kamu mengetahui, betapa cepat ia berpaling dari para pecintanya. Orang-orang bodoh sajalah yang termakan tipuannya. Dimanakah mereka yang merasa bangga telah memakmurkan kotanya, mengalirkan sungai-sungai besar, menyuburkan taman-taman? Mereka hidup hanya sebentar saja, lalu meninggalkan segala yang telah mereka miliki. Ketika hidup mereka telah menikmati kesehatan dan kekuatan jasmaninya, yang telah menipu mereka sehingga terjerumus ke dalam hawa nafsu dan perbuatan dosa. DemiAllah, mereka dicemburui karena mempunyai banyak harta. Mereka mengalami berbagai masalah dengan harta mereka, tetapi mereka berhasil mendapatkannya, sehingga orang-orang iri kepadanya. Tetapi mereka terus menumpuk-numpuk harta, tanpa mempedulikan segala rintangan yang dihadapannya. Menghadapi kesusahan itu dengan senang hati. 

Namun sekarang Iihatlah, apa yang tanah dan ulat-ulat perbuat terhadap tubuhnya, persendian tubuhnya, dan tulang-tulangnya? Ketika di dunia mereka duduk di atas sofa-sofa yang lembut, dikelilingi oleh para pelayan yang banyak. Kawan—kawan, sanak keluarga, dan tetangga-tetangga, semuanya mengikuti kehendaknya. Sekarang apa yang terjadi? Tanyailah mereka dengan suara lantang, Bagaimanakah keadaan kalian? Baik orang miskin atau kaya, semuanya terbaring di padang yang sama. Tanyakanlah kepada orang kaya; apakah harta yang dikumpulkannya itu berguna sekarang? Dan tanyakanlah kepada orang miskin; Apakah ia mendapatkan kerugian dan kemiskinannya itu? Tanyakanlah tentang keadaan Iidahnya yang dahulu selalu hebat berpidato. Tanyakanlah keadaan matanya, yang dahulu selalu melihat kesana kemari. Tanyakanlah tentang keadaan kulitnya, yang dahulu lembut dan tentang wajahnya yang dahulu cantik. Apakah ulat-ulat itu telah membuat sesuatu kepadanya? Ya, kulitnya telah menjadi hitam. Dagingnya telah dimakan habis, wajahnya telah menjadi rusak, dan terbungkam dengan tanah, dan anggota tubuhnya telah terpisah-pisah, sendi-sendi tubuhnya telah terputus-putus. Ah, di manakah para pelayan yang selalu berkata; ‘Ya, saya hadir tuanku’? Di manakah rumah-rumah dan kamar-kamar yang menjadi tempat tempat istirahat mereka? Di manakah kekayaan mereka yang telah disimpan dengan rapi? Para pelayan itu belum memberikan apapun bekal untuk di kubur? Di kubur initidak ada persediaan bekal dan tidak ada kasur untuk tidur dan bantal. Hanya dibaringkan di atas tanah saja. Juga tidak ada pepohonan dan bunga-bunga di sekitarnya. 
Ah, alangkah sedihnya ia ditinggal sendirian dalam keadaan gelap gulita. Siang dan malam sama saja baginya, karena ia di dalam kegelapan. Ia tidak dapat menemui kawan-kawannya. Dan tidak dapat memanggil siapapun. Betapa banyaknya orang di dalam kubur. Ketika di dunia mereka bertubuh lembut dan cantik. Laki-laki yang tampan dan para wanita yang cantik. Namun kini tubuh mereka telah hancur, dan anggota badannya telah terpisah-pisah. Mata yang dahulu indah, kini keluar dari kelopaknya. Bahu pun telah terputus dari tempatnya. Mulutnya telah penuh dengan air busuk dan nanah. Dan binatang-binatang melata bergerak di seluruh tubuhnya. Mereka tinggal dalam keadaan seperti itu, sedangkan pasangan-pasangan mereka telah menikah dengan orang lain bersenang-senang. Anak-anaknya pun telah menguasai rumahnya. Para ahli waris telah membagi-bagikan hartanya. 
Namun diantara rnereka ada yang bernasib baik, sehingga di kubur pun mereka mendapat kesenangan. Dengan muka berseri-seri dan tampan, beristirahat di kubur. Tetapi mereka adalah orang yang tidak pernah lupa tempat asal mereka ketika mereka masih berada di rumah dunia. Mereka telah mendahulukan harapan akherat daripada angan angan duniawi. Mereka telah mengumpulkan bekal untuk diri mereka, dan sebelum mereka pergi ke kubur, mereka telah mengirimkan perbekalan tersebut. 
Wahai orang-orang yang kelak pasti akan menuju kubur! Apakah yang telah membuat kalian terperangkap dalam urusan duniawi? Apakah kalian berharap bahwa dunia yang menipu iniakan selalu bersamamu? Istana yang luas dan tinggi, kebun yang penuh dengan buah-buahan di kebunmu, kasur yang empuk, pakaian musim dingin dan pakaian hangat, semuanya itu yang kamu miliki dan kamu sukai akan kalian tinggalkan. Apabila malaikat maut datang untuk menguasaimu, tentu tidak ada yang mampu menghadangnya. Kamu akan berkeringat dan sangat kehausan. Kesakitan akan membuatmu pusing dan tak berdaya. Sangat menyesalnya, bagi orang yang sekarang menutup mata saudaranya yang telah tiada, atau menutup menutup mata anakmu atau ayahmu. Atau yang sedang memandikan seorang keluarganya, atau sedang mengkafani seseorang, atau sedang mengiringi jenazah seseorang, dan menguburkan jenazab seseorang, Ingatlah bahwa kalian pun pasti akan mengalaminya kapan saja.” Umar rah.a. mengatakan hal ini berulang-ulang, kemudian membaca dua bait syair yang artinya sebagai berikut: 
Manusia bergembira dengan sesuatu yanq akan binasa, 
serta panjang angan-angan dan harapan duniawi. 
Hal bodoh, janganlah kamu tertipu dengan kelezatan mimpi. 
Sehari penuh kamu dalam kelalaian, 
dan malampun kamu isi dengan tidur, padahal mati hampir tiba. 
Sekarang kamu sedang berbuat sesuatu yang kamu akan menyesalinya. 
Didunia ini binatang pun hidup seperti ltu yang kamu jalani

Dikisahkan, bahwa belun cukup satu minggu dan kejadian mi, Umar bin AbdulAzizrah.a. meninggal dunia.(Musammirah). 

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !