Islam Tidak Mengenal Pelakor

0

Pelakor Dalam Sudut Pandang Islam

Pelakor adalah singkatan dari PEREBUT LAKI ORANG, istilah itu muncul sudah beberapa tahun yang lalu, namun kembali hangat diperbincangkan karena ada salah satu group shalawat (SABYAN) tersandung dengan masalah tersebut, dikabarkan sang vokalis, Nissa Sabyan, menjalin hubungan dengan sang keyboard, Gayus, yang notabene nya sudah memiliki istri. Kasus tersebut lantas dijadikan senjata kaum liberal untuk menjatuhkan pribadi muslimah berjilbab, dan mengolok-olok jilbab tapi merebut laki orang. 
"Jilbaban kok pelakor. Jilbaban kok pacaran. Jilbaban kok centil. Jilbabab kok nggak bener. Mending gak jilbaban tapi gak pernah rebut laki orang. Gak jilbaban tapi baik. Gak jilbaban tapi bantuin orang susah edebre edebre edebre. Mending jilbabin hati dulu deh daripada jilbab kepala tapi pelakor."

Terlepas dari pada jilbab muslimah, pada dasarnya seorang lelaki dalam islam diperbolehkan untuk memiliki istri lebih dari satu (maksimal empat). Jadi sudah menjadi hak dari seorang suami untuk memiliki istri lebih dari satu, termasuk GATUS. 
Kalaupun Nissa Sabyan disebut PELAKOR itu tidaklah pas, karena dia pada posisi dipilih untuk menjadi istri ke 2 (jika benar sudah dinikahi), sedangkan istri pertama pada posisi memilih( antara melanjutkan pernikahan atau cerai)

Hujatan netizen membombardir jilbab tiada henti. Menjadikan kecut dan minder para newbie hijaber.

Jadi begini ya. Jilbab itu wajib hukumnya. Siapapun dia yang mengaku muslimah maka wajib hukumnya berjilbab. Gak peduli kelakuan masih burik, begajul, atau bahkan pelakor sekalipun maka kalau sudah haid wajib hukumnya berjilbab.

Akan lebih sempurna jika jilbab diiringi pemahaman agama yg bagus. Sehingga akhlaq otomatis juga bagus.

Tapi jika pemahaman agama ataupun akhlaq belum mampu mengiringi hijrahnya, maka bukan berarti lepas kewajiban berjilbab ya. Big no banget gaes. Kewajiban berjilbab tetap melekat sepanjang masa pasca haid.

Meskipun kelakuan ancur tetep wajib berjilbab. Dengan harapan baju taqwa itu akan membuatnya malu berbuat tercela. Hijab akan menjadi tameng dari maksiat.

Jadi meskipun saat ini jilbab sedang digoreng dan dicoreng, jangan minder sekalipun. Jangan membuat rendah diri. Tetap bangga dengan jilbab . Tetap kokoh setegar karang dalam barisan pembela jilbab.

Karena sejatinya kaum liberal sedang bertepuk tangan melihat gosip artis berjilbab ini. Mereka akan menggoreng sampai kemebul. Menggoreng sampai para muslimah yang labil menjadi malu dengan jilbabnya. Menggoreng agar semuanya setuju dengan slogan "jilbab hati lebih penting dari jilbab kepala"

Bukan berarti mendukung artis yg lagi digosipin itu ya gaes. Enggak sama sekali. Ngapain ngurusin gosip yang gak jelas.

Yang menjadi garis bawah saya adalah : tetaplah berjilbab seteguh karang meskipun diterjang akun lambe-lambean. Tetaplah berjilbab dengan penuh kebanggaan. Jangan sampai minder berjilbab gara-gara ulah kaum liberal yang menggoreng gosip artis.

Tak ada istilah lebih baik jilbab hati daripada jilbab kepala. Jilbab itu ya di kepala. Emang model jilbab hati kayak gimana? Kudu ke dokter bedah dulu donk untuk masang jilbab hati😂

Gak usah peduli dengan akun lambe-lambean yang nyinyiran jilbab. Mereka emang hobinya gitu. Selalu girang banget nggoreng jilbab. Apalagi kalau gorengannya artis. Dijamin nyinyir sampe ndower 7 hari 7 malam.

Jilbab bukanlah tentang selembar kain, tetapi tentang selembar keyakinan yang dalam. Jangan lelah untuk berjlbab
Nisa Sabyan


Tulisan ini bukan bermaksud untuk membenarkan salah satu  pihak, hanya sekedar mengingatkan, jadilah netizen yang cerdas, jangan mudah terhasut dari hasutan pembenci syariat islam. 

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !