Cemburunya Aisyah R.ha.
Imam Muslim meriwayatkan
dari Aisyah R.ah.: Pada suatu malam Rasulullah pergi dariku , maka aku
berkata, “Aku cemburu kepadanya.”
Kemudian Rasulullah datang dan melihat apa yang aku
kerjakan, lalu bersabda, “Ada apa wahai Aisyah? Apakah engkau cemburu?”
Aku menjawab, “Tidak ada yang lebih cemburu daripada aku.”
Rasulullah bersabda, “Sungguh syetan telah mendatangimu.”
Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah bersamaku ada
syetan?”
Rasulullah menjawab, “ Ya.”
Aku bertanya , “Yaa Rasulullah, apakah disampingmu juga ada
syetan?”
Rasulullah menjawab, “Ya, akan tetapi Allah menolongku
sehingga aku selamat.”
Imam Abu Sa’ad
meriwayatkan dari Aisyah: Ketika Rasulullah menikahi Ummu Salamah, aku sangat
sedih karena mereka menceritakan kecantikannya. Maka aku bersikap lembut sampai
aku melihat wajahnya. Setelah aku melihat wajahnya, demi Allah, menurutku jauh
sekali daripada yang diceritakan orang-orang kepadaku mengenai kecantikannya
dan keindahannya itu.
Kemudian aku menceritakannya kepada Hafshah, maka dia berkomentar, “Sesungguhnya ini karena
cemburu.”
Kemudian Hafshah bersikap
lembut sampai melihatnya. Maka dia berkata, “Aku telah melihatnya. Demi
Allah, tidak seperti yang kamu ucapkan, Ummu Salamah memang cantik.”
Karena perkataan Hafsha itu, aku menyadari, memang aku
seorang pencemburu.
Imam Rastusi meriwayatkan bahwa Ali r.a. berkata, “Telah
sampai kepadaku dari perempuan-perempuan kalian, sesungguhnya mereka terhalangi
keledai dipasar, apakah kalian tidak cemburu? Barangsiapa yang tidak cemburu
maka tidak ada kebaikan baginya didalam dirinya.
Imam Rastusi juga meriwayatkan bahwa Ali r.a. berkata, “Cemburu
itu ada dua: Pertama cemburu yang baik,
yaitu seorang laki-laki yang berbuat
baik kepada keluarganya dikarenakan
cemburu. Dan yang kedua adalah cemburu yang memasukkannya kedalam neraka.”
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

