Islamnya Zaid bin Sun’ah al Isra’ili R.a. Yahudi Yang Masuk Islam Karena Akhlak Rasulullah

Islamnya Zaid bin Sun’ah al Isra’ili R.a.
Diriwayatkan oleh ath Thabrani dari Abdullah bin Salam r.a. katanya: Taktala  Allah Azza wa Jalla menghendaki Zaid bin Sun’ah mendapat hidayah, ia berkata, “Tiada  satu pun dari tanda tanda kenabian, melainkan aku telah mengenalinya pada wajah Muhammad, ketika aku melihatnya, kecuali dua yang belum aku saksikan, :yaitu kesabarannya mengatasi perbuatan bidihnya, dan perbuatan bodoh yang  menimpanya tidak membuat beliau  bertambah selain kesabaran semata.”

Zaid bin Sun’ah menceritakannya: Pada suatu hari Rasulullah keluar dari rumah-rumah istrinya dan ketika itu Ali bin Abi Thalib bersama dengannya. Kemudian Nabi didatangi oleh seorang lelaki yang sedang berada diatas tunggannya, tampaknya ia orang Badui dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai beberapa teman yang yang berada dikampung Bani  Fulan yang telah memeluk agama Islam. Aku dahulu telah member tahu mereka bahwa jika mereka memeluk Islam, maka rezeki mereka akan berlimpah. Saat ini mereka ditimpa musibah dengan menglami kemarau, kepayahan dan hujan yang tidak bpernah turun. Wahai Rasulullah, sesungghunya aku takut jika mereka mengalami penderitaan seperti itu, maka mereka akan keluar dari agama Islam dengan mudah sebagaimana mereka dahulu begitu semangat memeluk Islam. Jika engkau menghendaki untuk mengirimkan bantuan kepada mereka yang dapat mengurangi penderitaan mereka, sebaiknya segera engkau lakukan.”
Rasulullah memandang lelaki yang berada disampingnya, yang kukira ia adalah Ali bin Abi Thalib. Kata Ali, “Wahai Rasulullah, tidak ada sesuatupun yang masih tersisa.”
Zaid bin Sun’ah berkata: Aku pun mendekati beliau dan berkata, “Wahai Muhammad, maukah engkau berhutang uang senilai kurma seberat sekian kepadaku dengan syarat engkau menyerahkan dengan jumlah sekian yang ada di kebun Bani Fulan, sampai masa tertent, yaitu masa ini dan itu?”
Rasulullah bersabda, “Baiklah, tapi jangan kau sebutkan kebun Bani Fulan.”
Setelah Rasulullah menyetujuinya, aku pun mengeluarkan kantong uangku dan memberikan delapan puluh keeping emas yang akan dibayar dalam jangka waktu tertentu dengan buah kurma seberat tertentu. Rasululleh memberikan emas itu kepada lelaki itu dan bersabda, “Berbuat adilah kepada mereka dan bantulah mereka.”
Dua atau tiga hari sebelum tiba waktunya membayar utang itu, Rasulullah keluar bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman dalam satu rombongan sahabat. Setelah Rasulullah menyalati satu jenazah dan mendekati dinding untuk bersandar padanya, aku mendekati Rasulullah kemudian menarik tempat bertemunya baju dan kain selendangnya (bagian pundak) dan kupandang beliau dengan wajah bengis. Aku berkata, “Wahai Muhammad, apakah engkau tidak mau menunaikan hakku (hutangnya)? Demi Allah, aku tidak mengetahui  mengenai Bani Abdul Muthalib, melainkan mereka adalah orang yang suka menangguhkan hutang. Sekarang aku telah memiliki ilmu bagaimana mempergauli kalian.”
Aku memandang Umar dan kedua bola matanya yang berputar putar bagaikan bintang. Ia melemparkan pandangannya kepadaku seraya berkata, “Kamu berani mengatakan kepada Rasulullah apa yang kudengar barusan? Kamu berani memperbuat kepada beliau apa saja yang baru kusaksikan? Demi Dzat Yang memgang nyawaku! Kalaulah bukan karena  sesuatu yang aku kuawatirkan akan hilang, sudah pasti aku akan memenggal lehermu.”

Rasulullah bersabda

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.site/

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !