Rasulullah mengutus Abu Umamah al Bahili Kepada Kaumnya, Bahilah

0
Diriwayatka oleh Thabrani dari Abu Umamah katanya: Rasulullah mengutusku kepada kaumku sendiri untuk menyeru mereka kepada Allah dan menawarkan syariat agama Islam. Aku datang menemui mereka disaat mereka sedang memberi minum unta-untanya. Kemudian mereka memerah susu unta dan meminumnya. Ketika mereka melihatku, mereka berkata, "Selamat datang, hai Shuddayy bin Ajlan."
Mereka berkata, "Kami mendengar bahwa engkau telah memeluk agama lelaki itu (Rasulullah)."
Aku berkata, "Tidak, tetapi aku telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah telah mengutusku kepada kalian untuk menawarkan agama Islam kepada kalian beserta syariatnya."

Dalam keadaan demikian, tiba-tiba mereka membawa nampan besar dan meletakkannya dihadapan  mereka. Mereka berkumpul dan menikmatinya. Mereka berkata, "Marilah hai Sudday."

Aku berkata kepada mereka, "Celakalah kalian! Sesungguhnya aku datang dari sisi Rabb yang telah mengharamkan makanan ini atas kalian (karena tidak disembelih dengan nama Allah), kecuali jika kalian menyembelihnya sesuai dengan aturan Allah."
Mereka bertanya, "Apakah yang telah diwahyukan oleh-Nya."
Aku menjawab, "Telah diwahyukan ayat berikut ini:
"Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan (diharamkan) yang disembelih untuk berhala, dan (diharamkan) mengundi nasib dengan anak panah." (Qs. al Maidah ayat 3)

Aku terus menyeru mereka kepada Islam tetapi mereka menolah seruanku itu. Aku berkata kepada mereka, "Celakalah kalian! Berikan kepadaku minuman ini, karena aku dalam keadaan haus."

Ketika itu aku membawa sorban. Mereka berkata, "Tidak! kami akan membiarkan kamu mati kehausan."
Aku menutupi kepalaku dengan sorban dan berbaring diatas padang pasir yang panas membakar. Aku bermimpi seorang datang membawa gelas kaca yang belum pernah manusia melihat yang lebih bagus darinya. Didalamnya terdapat minuman yang  belum pernah manusia meraskan yang lebih lezat darinya. Kemudian laki-laki itu menyerahkannya kepadaku dan aku pun meminumnya. Ketika aku selesai meminumnya, aku terjaga dari tidurku. Demi Allah, aku tidak pernah merasakan dahaga setelah minum dalam mimpi itu.

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !