Diriwayatkan oleh Ahmad dari Ali r.a.,katanya: Ketika turun ayat:
"Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat." (Qs. Syu'ra ayat 214)
Maka Nabi mengumpulkan seluruh kaum keluarganya hingga terkumpul 30 orang dalam jamuan makan itu. Mereka telah menikmati makanan dan minuman yang disajikan. Ali berkata bahwa Rasulullah bersabda kepada mereka yang hadir, "Siapakah diantara kalian yang mau menjamin agamaku dan janjiku, dan kelak dia akan bersamaku di dalam jannah dan akan menjadi penggantiku dalam keluargaku?"
Seorang lelaki diantara mereka berkata, "Wahai Rasulullah, engkau adalah bagaikan lautan (luas wawasannya, murah hati dan dermawan), siapakah yang sanggup melaksanakan tugas ini?"
Kemudian beliau mengucapkannya kepada yang lain sebanyak tiga kali. Lalu Rasulullah mengajukan permintaannya kepada seluruh ahli keluarganya dan Ali r.a. berkata, "Aku, wahai Rasulullah."
Diriwayatkan oleh Ahmad juga dari Ali bin Abi Thalib r.a., katanya: Rasulullah pernah mengumpulkan - atau mengundang - Bani Abdul Muththalib. Jumlah mereka kurang dari sepuluh orang. Mereka semua menikmati hidangan berupa sup kambing dan minuman banyak sekali. Rasulullah juga menyediakan hidangan makanan untuk mereka dan mereka yang hadir telah memakannya hingga kenyang, sedang makanan tersebut tetap seperti keadaan semula, seolah-olah belum tersentuh atau dijamah oleh siapapun. Kemudian Rasulullah menjamu mereka dengan minuman yang disajikan dalam cawan kecil. Mereka meminumnya hingga habis dan minuman tersebut tetap seperti semula, seolah-olah belum terjamah atau belum diminum.
Rasulullah bersabda, "Hai Bani Abdul Muththalib, sesungguhnya aku diutus kepada kalian khususnya, dan seluruh menusia umumnya. Sesungguhnya kalian telah melihat alamat ini (mukjizat Nabi Muhammad, yaitu makanan yang tetap seperti semula, tidka berkurang) sebagaimana yang telah kalian saksikan. Siapakah diantara kalian yang mau berbaiat kepadaku untuk menjadi saudaraku dan sahabatku?"
Tidak ada seorang pun yang berdiri untuk menyambut seruan beliau. Aku pun berdiri menerima ajakan beliau, sedangkan ketika itu aku adalah orang yang paling muda diatntara mereka.
Rasulullah bersabda, "Dudukalah kamu."
Kemudian Rasulullah menyeru lagi kepada mereka yang hadir hingga tiga kali.
Dari semua seruan itu, hanya aku yang bangkit, tapi beliau selalu bersbda, "Duduklah kamu." Setelah tiga kalinya, barulah Rasulullah memukulkan tangannya keatas tanganku tanda setuju.
demikian tercantum dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir
Diriwayatkan oleh al Bazzar ari Ali r.a.,katanya:
Ketika turun ayat:
"Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat." (Qs. Syu'ara' ayat 214)
Rasulullah bersabda, "Hai Ali, sediakanlah sup kaki kambing dan makanan sebanyak satu sha', dan undanglah Bani Hasyim untukku."
Jumlah mereka yang berkumpul dirumah Rasulullah ketika itu adalah empat puluh orang selain kaum laki-lakinya. Rasulullah menyuruh agar makanan diambil dan dihidangkan dihadapan mereka. Mereka semua makan dengan kenyang. Ada diantara mereka yang memakan gulai kambing dengan lauknya, kemudian meminum susu yang tersedia di mangkuk hingga puas. Mereka berkata kepada beberapa orang diantara mereka, "Semua yang kita saksikan ini seperti sihir saja.."
Mereka melihat ternyata yang berkata demikian adalah Abu Lahab.
Rasulullah bersabda, "Hai Ali, masaklah kaki kambing dan satu sha' makanan dan sediakanlah semangkuk besar susu."
Aku pun melakukan apa yang disuruh oleh Nabi. Mereka pun makan dan minum seperti hari pertama. Kemudian makanan dan minuman itu tetap tetap tersisa sebagaimana ia tersisa pada hari pertama.
Berkata Abu Lahab, "Semua yang kita saksikan ini adalah sihir, seperti hari pertama."
Rasulullah bersabda, "Hai, Ali, masaklah kaki kambing dan masaklah satu sha' makanan dan sediakanlah semangkuk besar susu."
Aku pun melakukan apa yang diperintahkan Nabi.
Rasulullah bersabda, "Hai Ali, undanglah Bani Hasyim untukku."
Aku pun mengumpulkan mereka, dan mereka pun makan dan minum.
Rasulullah bersabda, "Siapakah diantara kalian yang bersedia membela agamaku?"
Aku dan yang hadir di tempat itu diam.
Rasulullah pun mengulangi seruannya.
Aku pun berkata, "Aku, wahai Rasulullah."
Rasulullah bersabda, "Engkau, hai Ali, engkau, hai Ali!"
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/


