Hijrahnya Abu Salamah dan Ummu Salamah ke Madinah

0
Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq, dari Ummu Salamah, katanya: Ketika Abu Sufyan mengambil keputusan untuk hijrah ke Madinah, ia mengikatku pada punggung untanya. Sedangkan anak lelakiku, Salamah bin Abu Salamah berada diatas pangkuanku. Kemudian ia menuntun unta yang kunaiki keluar dari kediaman kami.

Ketika beberapa orang dari Bani al Mughirah (kaum Ummu Salamah) melihatnya, mereka datang mendekatinya dan berkata kepada suamiku, Abu Salamah, "Apakah kamu sendiri mampu mengalahkan kami untuk membela wanita ini? Tidakkah kamu melihat saudara perempuan kami ini atas dasar apa kami membiarkan kamu membawanya di berbagai negeri?"

Lalu mereka merebut tali kekang unta dari Abu Salamah, dan merebut aku darinya.

Ketika Bani Abdul Asad (kaum Abu Salamah) mendengar kejadian ini, mereka menjadi sangat marah lalu berkata, "Demi Allah, kami sekali-kali tidak akan membiarkan anak kami (anak Ummu Salamah) dibawa oleh wanita itu (Ummu Salamah), karena kalian telah merebutnya dari tangan saudara kami."

Kemudian mereka menarik anak lelakiku dari pangkuanku, Bani al Asad pergi dengan membawa anakku. Sementara aku ditahan oleh Bani al Mughirah di bawah penjagaan mereka, sedangkan suamiku, Abu Salamah, meninggalkan Makkah menuju Madinah.

Sehingga aku telah dipisahkan dengan anak dan suamiku tercinta. Dalam keadaan demikian, aku sering keluar pada pagi hari dan duduk di al Athbah, lalu aku terus menangis dan menangis mengenang peristiwa kelam itu hingga petang, sampai tak terasa setahun lamanya.

Hingga suatu hari, seorang  lelaki diatara putera pamanku dari kalangan Bani al Mughirah melihat keadaanku dan merasa kasihan kepadaku. Ia berkata kepada bani al Mughirah, "Tidakkan kalian keluarkan saja wanita malang itu, karena kalian telah memisahkannya dengan suami dan anak lelakinya?"

Kemudian Bani al Mughirah berkata kepadaku, "Pergilah dan susullah suamimu jika kamu mau."
Bani Abdul Asad juga mengembalikan anak lelakiku kepadaku, lalu aku pun berangkat dengan menunggang  untaku dengan anak lelakiku berada dalam pangkuankku. Aku pergi menuju Madinah untuk menemui suamiku tercinta.

Tidak ada satupun yang menemaniku dalam perjalanan itu, hingga aku sampai di Tan'im (sebuah lembah di dekat Makkah). Disana aku bertemu dengan Utsman bin Thalhah bin Abi Thalhah, saudara lelaki Bani Abdud Dar. Ia berkata kepadaku, "Ke mana arah tujuanmu, hai anak perempuan Abu Umayyah?"

Aku menjawab, "Aku ingin bertemu dengan suamiku di Madinah."
Tanya Utsamn, "Siapa yang menemanimu?"
Aku menjawab, "Tidak ada yang menemaniku kecuali Allah dan anak lelakiku ini."
Ia berkata, "Demi Allah, aku tidak akan meninggalkanmu dalam keadaan demikian begini."

Kemudian  ia menarik tali untaku dan menuntunnya dengan cepat. Ia menyertaiku dalam perjalanan itu. Demi Allah, aku belum pernah disertai dalam suatu perjalanan oleh seorang lelaki Arab yang lebih baik darinya. Apabila sampai disuatu tempat untuk istirahat, ia akan membukukkan untaku supaya aku dapat turun dengan mudah, lalu ia menjaukan diri dariku. Ketika aku sudah mulai istirahat, ia menjauhkan diri dengan untaku dan melepaskan pelana darinya. Ia mengikatkannya pada pohon, lalu menyingkir ke pohon lain dan berbaring dibawahnya.


Apabila tiba waktu berangkat, ia menghampiri untaku, menaikkannya, lalu menyingkir dariku seraya berkata, "Naiklah."  Ia membukukkan untaku agar aku mudah menaikinya. Apabila aku telah menaikinya dan duduk sempurna, ia akan datang menghampiri, memegang tali kendalinya dan menuntun unt itu di depanku.

Ia terus menerus melakukan perbuatn itu hingga kami sampai di Madinah. Ketika ia melihat kampung Bani Amr bin Auf di Quba', ia berkata, "Suamimu tinggal di kampung ini." Dan memang disanalah Abu Salamah menumpang.

Ia berkata, "Masuklah ke kampung itu dengan berkat Allah."
Kemudian ia berbalik pulang menuju Makkah.

Ummu Salamah sering berkata: Sepengetahuanku, tidak ada satu keluarga pun dari kalangan orang-orang Islam yang ditimpa musibah seperti musibah yang menimpa keluarga Abu Salamah. Dan aku tidak pernah berjumpa dengan seorang sahabat yang lebih mulia dari Utsman bin Thalhah bin Abu Thalhah r.a..

Utsman bin Thalhah bin Abu Thalhah al Adawi r.a. masuk Islam sesudah perjanjian Hudaibiyyah dan berhijrah ke Madinah bersama Khalid bin al Walid.

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !