Kisahsahabat.com - Dalam waktu dekat ini DKI akan mengadakan pemilihan kepala daerah. Tidak seperti PILKADA sebelumnya, PILKADA kali ini diwarnai dengan isu tentang SARA, karena salah adanya bakal calon DKI 1 yang berasal dari etnis Tionghoa (cina). Perdebatan di Media sosial pun menjadi ramai dengan permasalahan yang membahas tentang boleh tidaknya kepemimpinan orang Kafir (dan juga ahlu kitab) atas penduduk yang mayoritas Muslim.
Secara pribadi, penulis sangat menyayangkan jika ada orang Islam yang memilih pemimpin non muslim (kafir dan ahlu kitab), khususnya mereka yang memiliki latar belakang pendidikan agama islam. Seperti yang terjadi pada kawan penulis yang pernah belajar bersama di pesantren, dengan berbagai macam dalil yang ana (penulis) kemukakan, tetap saja dia mengatakan POKOKE DIA HARUS MENANG !!!!!. Dan melupakan firman Allah:
يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا الذين اتخذوا دينكم هزوا ولعبا من الذين أوتوا الكتاب من قبلكم والكفار أولياء واتقوا الله إن كنتم مؤمنين
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman." (Qs. al Maidah: 57)
يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا آباءكم وإخوانكم أولياء إن استحبوا الكفر على الإيمان ومن يتولهم منكم فأولئك هم الظالمون
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim." (Qs. at Taubah: 23)
Bahkan ada juga yang demi memuluskan hasratnya untuk menjadi penguasa, mereka rela berganti baju, dengan memakai peci dan baju muslim, mendatangi PONDOK PESANTREN dan segala macam yang ada kaitan dengan Islam. Dan mereka menjanjikan berbagai macam janji manis yang terkadang membuat sebagian orang harus takluk dengan iming-iming bantuan sumbangan. Padahal mereka tak ubahnya Serigala Berbulu Domba. Allah berfirman:
janji mereka semua adalah dusta. Mereka tak ubahnya
janji mereka semua adalah dusta. Mereka tak ubahnya
وإن نكثوا أيمانهم من بعد عهدهم وطعنوا في دينكم فقاتلوا أئمة الكفر إنهم لا أيمان لهم لعلهم ينتهون
"Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti." (Qs. at Taubah: 12)
Kepemimpinan orang kafir memang di perbolehkan dalam Islam, namun untuk posisi yang tidak strategi, dan itupun ketika tidak ada lagi orang Islam yang ahli dalam bidang tersebut.
Pilihlah pemimpin yang seiman denganmu, karena mereka tidak akan merusak agamamu, Orang kafir walaupun tidak korupsi, mereka akan merusak agamamu. Domba tidak akan memilih serigala menjadi pemimpin, dan Serigala tidak akan memilih domba sebagai pemimpin. Pilihanmu adalah cermin Agamamu......
Sekali-kali mereka Yahudi dan nasrani tidak akan tinggal diam sehingga orang islam keluar dari agamanya dan mengikuti agama mereka.
Allah berfirman:
ولن ترضى عنك اليهود ولا النصارى حتى تتبع ملتهم قل إن هدى الله هو الهدى ولئن اتبعت أهواءهم بعد الذي جاءك من العلم ما لك من الله من ولي ولا نصير
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (Qs. al Baqarah: 120)
Wallahu a'lam......

