Penderitaan Yang Dialami Bilal Dijalan Allah

0
Diriwayatkan oleh Abu Nuaim juga dalam kitab al Hilyah dari hadits Mujahid, sedang dalam haditsnya disebutkan : Selain terhadap Rasulullah dan Abu Bakar, orang-orang Quraisy telah memakaikan baju besi kepada mereka orang-orang yang masuk Islam pertama (Baca: Orang Yang Menampakkan Ke-Islaman Pertama Kali), lalu menjemurnya di bawah terik matahari. Maka mereka telah mengalami penderitaan yang hebat akibat panasnya baju besi yang ditimpa cahaya matahari itu, sebagaimana yang dikehendaki Allah. Sementara pada sore harinya. Abu Jahal datang kepada mereka dengan membawa tombak, lalu terus mencela dan memaki mereka.

Dikatakan oleh Ibnu Abdul Barr dalam hadits Mujahid dengan menambahkan kisah mengenai Bilal: Mereka membawa Bilal berkeliling diantara dua gunung (kota Makkah) dalam keadaan terikat tangan di tengkuknya dengan seutas tali." Ibnu Sa'd meriwayatkannya dari Mujahid, semisal itu.

Diriwayatkan oleh az Zubair bin Bakkar, dari Urwah bin az Zubair, katanya: Bilal adalah seorang hamba milik Bani Jum'ah. Mereka sering menyiksanya dengan panasnya padang pasir kota Makkah. Mereka menelentangkannya diatas padang pasir yang panas agar Bilal mau menjadi musyrik. Tetapi ia malah mengatakan, "Allah Yang Esa, Allah Yang Esa."

Kemudian Warqah bin Naufal melewati tempat Bilal disiksa, lalu ia berkata kepada orang-orang musyrik itu, "Jika kamu membunuhnya, sudah pasti kuburannya aku puja untuk mendapatkan rahmat." Dan ini adalah hadits mursal jayyid. - demikian  tercantum dalam kitab al Ishabah.

Diriwayatkan oleh Abu Nuaim dalam kitab al Hilyah dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, katanya: Pada suatu hari, Waraqah bin Naufal melewati  Bilal yang sedang disiksa. Ketika itu Bilal mengucapkan," Ahad, ahad." Kemudian Waraqah menoleh kepada Umayyah bin Khalaf yang sedang menyiksa Bilal dan berkata kepadanya, "Aku bersumpah demi Allah Azza wa Jalla, sekiranya kalian membunuhnya dalam kondisi demikian, aku akan memuja kuburannya."

Sampai pada suatu hari Abu Bakar melalui tempat itu dan berkata kepada Umayyah bin Khalaf yang sedang menyiksa Bilal, "Apakah kamu tidak takut kepada Allah dengan menyiksa orang miskin ini? Sampai kapan kamu akan menyiksanya?"

Kata Umayyah, "Engkaulah yang telah merusaknya, maka selamatkan ia dari siksaan yang sedang kau lihat ini."

Abu Bakar berkata, "Akan kulakukan. Aku mempunyai seorang budak hitam yang kuat dan gagah darinya. Dia masih berpegang kepada agamamu. Aku akan memberikannya kepadamu untuk ditukar dengan Bilal."
Umayyah menjawab, "Aku menerima tawaranmu."
Kata Abu Bakar, "Dia sekarang menjadi milikmu."

Kemudian Abu Bakar memberikan budaknya kepada Umayyah dan mengambil Bilal kemudian memerdekakannya. Sebelumnya Abu Bakar telah memerdekakan beberapa budak yang memeluk Islam sebanyak enam orang sebelum Hijrah ke Makkah, Bilal adalah orang yang ketujuh.

Diriwayatkan oleh Abu Nuaim dalam kitab al Hilyah dari Ibnu Ishaq: Umayyah biasa menyeret Bilal ketika matahari sedang bersinar dengan teriknya, lalu membaringkan Bilal di sebuah bekas aliran air di Makkah. Kemudian ia memerintahkan supaya sebuah batu besar diletakkan diatas dada Bilal. Umayyah berkata kepada Bilal, "Kamu akan terus dalam keadaan demikian hingga kamu mati, atau kamu mau kafir terhadap Muhammad dan menyembah Latta dan Uzza."


Dalam keadaan demikian Bilal mengatkan, "Ahad, Ahad."


Ammar bin Yasir bersya'ir - dengan menyebut tentang Bilal dan kawan-kawannya, ujian yang mereka alami, dan pemerdekaan mereka oleh Abu Bakar. Sedang gelar Abu Bakar adalah Atiq (orang yang banyak memerdekakan budak):

Allah membalas Bilal dengan kebaikan dan kepada sahabatnya,
juga kepada Atiq (Abu Bakar), dan menghinakan Fakih dan Abu Jahal.
Suatu petang keduanya bermaksud jahat kepada Bilal.
Keduanya tidak takut terhadap apa yang ditakuti oleh orang yang berakal.
Dengan tauhidnya terhadap Tuhan manusia dan dengan kata-katanya,
aku bersaksi bahwa Allah adalah Tuhanku dengan penuh rasa hina.
Jika mereka mau membunuhku, maka biarlah mereka membunuhku.
Aku tidak akan mempersekutukan ar Rahman karena takut dibunuh.
Maka, wahai Tuhan Ibrahim dan hamba-Nya, Yunus, Tuhan Musa dan Isa.
Selamatkanlah aku, kemudian janganlah Kau beri musibah siapa yang cenderung ke arah kesesatan
dari kalangan keluarga Bani Ghalib, karena keburukan ataupun ketidak adilan yang muncul darinya.

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !