Keberanian Abu Bakar Menurut Ali bin Abi Thalib

0
Diriwwyatkan  oleh al Bazzar dalam musnadnya, dari Muhammad bin Aqil, dari Ali r.a. bahwa ia berkhutbah kepada mereka, "Wahai manusia, siapakah yang paling berani?"
Mereka menjawab, "Engkau, wahai amirul mukminin."
Ali berkata, "Ketahuilah, kalau aku, tiada seorang musuh pun yang maju sendirian dari barisannya untuk menantangku bertanding, melainkan aku akan melayaninya. Akan tetapi orang yang paling berani adalah Abu Bakar r.a.."

Ali menceritakan: Pada suatu hari kami membangun sebuah rumah kecil untuk Rasulullah sebagai tempat berteduh. Kami berkata, "Siapa yang mau menemani Rasulullah supaya tiada seorang musryik pun yang mengganggu Rasulullah?"


Maka demi Allah, tiada seorang  pun yang mendekat, kecuali Abu Bakar sambil mengangkat pedangnya diatas kepala Rasulullah. Dia tidak mengizinkan seorang pun mendekati Rasulullah, dan ia siap untuk menantang orang-orang yang ingin melakukan kejahatan terhadap Rasulullah. Maka, dialah yang paling berani.

Aku melihat orang Quraisy mengerumuni Rasulullah. Sebagian dari mereka mengancamnya, sementara yang lainnya mengguncang-guncang badannya. Mereka berkata, "Kamu telah menjadikan tuhan-tuhan itu sebagai satu tuhan saja." Demi Allah! Tiada seorang pun diantara kami yang mendekat, selain Abu Bakar. Dia memukul sebagain mereka, melawan sebagian lainnya, dan mengguncang sebagian lainnya lagi, seraya berkata kepada orang-orang Quraisy itu, "Apakah kalian ingin membunuh seorang lelaki hanya karena dia mengatakan, 'Tuhanku adalah Allah'?"

Kemudian Ali mengangkat kain burdah yang dipakainya lalu ia menangis terisak-isak hingga membasahi janggutnya. Kemudian ia berkata kepada orang-orang yang hadir, "Aku bersumpah kepada kalian dengan nama Allah, adakah seorang lelaki beriman dari kalangan  keluarga Fir'aun yang lebih baik, ataukah Abu Bakar?"

Orang-orang pun terdiam, lalu Ali r.a. berkata, "Demi Allah, sesaat dari masa Abu Bakar adalah lebih baik dari pada sepenuh bumi yang berisi orang mukimin dari kalangan keluarga Fir'aun (sepupu Fir'aun yang beriman kepada Allah). Lelaki itu merahasiakan keimanannya, sedang Abu Bakar mengumumkan keimanannya."

Kemudian al Bazzar berkata: "Kami tidak mengetahui hadits ini diriwayatkan kecuali dari jalan ini. -Demikian tercantum dalam kitab al Bidayah (juz 3, hal. 271). Al Haitsami berkata (juz 9, hal. 47): Di dalam sanadnya terdapat orang yang tidak dikenal."

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !