Terbunuhnya ‘Ikrimah bin Abu Jahal Bersama Empat Ratus Orang Islam Pada Perang Yarmuk

0
Perang Yarmuk Terbunuhnya ‘Ikrimah bin Abu Jahal Bersama Empat Ratus Orang Islam 

Diriwayatkan oleh Ya’qub bin Abu Sufyan dan Ibnu Asakir dari Tsabit al Bunani r. a., bahwa ‘Ikrimah bin Abu Jahal r. a. turun dari kendaraannya dan berjalan kaki karena rindu untuk mati syahid pada perang ini dan itu. Melihat keadaan itu, Khalid bin Walid berkata kepadanya, “Engkau jangan berbuat demikian, karena kematianmu akan terasa berat bagi kaum muslimin.” 
Ia menjawab, “Biarkan aku, hai Khalid. Karena sesungguhnya engkau telah berkesempatan berjuang bersama Rasulullah saw. Sedangkan aku dan ayahku (Abu Jahal) berada di kalangan orang-orang yang paling keràs menentang Rasulullah saw..” 

Ia terus berjalan kaki sehingga terbunuh. Demikian tercantum dalam kitab al Kanz (7/75). Diriwayatkan juga oleh Baihaqi dari Tsabit r.a. — semisal hadits itu (9/44). 

Dalam riwayat Saif bin Umar, dari Abu Utsman al Ghassani, dari ayahnya r.a., katanya: ‘Ikrimah bin Abu Jahal telah berkata pada perang Yarmuk, “Aku telah berperang menentang Rasuluflah saw. di beberapa medan tempur, dan apakah aku akan melarikan diri dari kalian pada hari ini?” 
Kemudian ia berseru, “Siapa yang ingin berbaiat atas maut?” 
Maka pamannya, al Harits bin Hisyam dan Dhirar bin Azwar r.a. membaiatnya di kalàngan empat ratus orang pemuka muslimin dan pasukan berkuda mereka. Kemudian mereka berperang di depan kemah Khalid r.a. sampai mereka semua tertahan di tempat dalam keadaan terluka. Beberapa orang terbunuh, di antaranya Dhirar bin al Azwar r.a. Demikian tercantum dalam.kitab al Bidayah (juz 7, hal. 11). 

Diriwayatkan oleh ath Thabari (4/36) dari as Sari, dari Syuáib, dari Saif dengan sanadnya, - semisal hadits di atas, hanya saja ia berkata: Telah terbunuh para pejuang Islam itu. Di antaranya adalah Dhirar bin Azwar r. a. 

‘Ikrimah dihadapkan kepada Khalid setelah mereka semua cedera. Ia meletakkan kepala ‘lkrimah di atas pahanya dan meletakkan kepala Amr bin ‘Ikrimah di atas betisnya sambil mengusap-usap wajah keduanya dan memberikan air minum dalam tenggorokan mereka Dia berkata, “Sekali-kali tidak. Ibnu al Hantamah (Umar bin at Ktiaththab. Al Hantamah adalah ibu Umar. (lnám) Dalam at Ikmal karya Ibnu Makula (3/211): Hantamah di sini adalàh Hantamah binti Hasyim Dzi ar Rumhaini bin at Mugfiirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum bin Yaqzhah, thu Umar bin at Khaththab), mengira bahwa kami tidak bisa mati syahid.”

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !