Syair Abdulláh bin Rawahah Ketika Perang Mu'tah Berlangsung

0
Syair Abdulláh bin Rawahah Ketika Perang Berlangsung Diriwayatkan oleh Ibnu’ Ishaq dari Abbad bin Abdullah bin Zubair r.huma., katanya: Ayah persusuanku yang berasal dari Bani Murrah bin Auf memberitahuku: Ketika Ja’far gugur sebagai syahid, Abdullah bin Rawahah mengambil alih panji dan menyerang dengan membawa panji itu sambil menunggang kuda. Ia meminta dirinya sendiri turun dengan mengulang ulang beberapa bait syair:

Aku bersumpah, wahai diri! Turunlah!
Turunlah kamu atau aku sendiri yang memaksamu agar turun. 
Tatkala orang banyak telah berkumpul dan menahan bunyi sedu sedan 
tangisan, mengapa aku melihatmu membenci Jannah? 
Telah lama masa berlalu dan enkau dalam keadaan. 
Tiadalah. engkau melainkan hanyalah berasal dari satu titik air mani 
yang kotor dalam wadah air dan kulit yang lusuh.”

Ia juga bersyair: 

“Wahai diriku! Sekiranya kamu tidak dibunuh, pasti (suatu hari) engkau akan mati juga.
Itulah takdir kematian, di mana kamu dimasukkan ke dalamnya. 
Dan apa yang engkau angan-angankan telah dikaruniakan kepadamu. 
Jika engkau melakukan perbuatan keduanya (Zaid dan Jafar), 
engkau akan memperoleh hidayah.”

Kemudian ketika perang itu terhenti sejenak, Ia turun dari kudanya. Ketika ia turun, datanglah putra pamannya dengan membawa tulang yang telah diambil sebagian dagingnya dan berkata kepadanya, “Kuatkan tulang punggungmu dengan daging ini, karena engkau telah mengalami kelaparan pada hari-hari ini.” 

Maka ia hanya mengambil sedikit dari daging itu, kemudian ia mendengar bunyi menderu di satu sisi kerumunan orang-orang. Ia pun berkata, 
“Engkau hanyalah dunia.” 

Lalu ia mencampakkan daging yang ada di tangannya itu dan mengambil pedangnya, lalu masuk ke medan tempur dan berperang hingga gugur sebagai syahid. 
Demikian tercantum dalam kitab al Bidayah (4/245), diriwayatkan juga oleh Abu Nuáim dalam kitab al Hilyah (1/120) dan ath Thabarani. 
Para perawinya adalah kuat, sebagaimana dikatakan al Haitsami (6/160).

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !