Aku bersumpah, wahai diri! Turunlah!
Turunlah kamu atau aku sendiri yang memaksamu agar turun.
Tatkala orang banyak telah berkumpul dan menahan bunyi sedu sedan
tangisan, mengapa aku melihatmu membenci Jannah?
Telah lama masa berlalu dan enkau dalam keadaan.
Tiadalah. engkau melainkan hanyalah berasal dari satu titik air mani
yang kotor dalam wadah air dan kulit yang lusuh.”
“Wahai diriku! Sekiranya kamu tidak dibunuh, pasti (suatu hari) engkau akan mati juga.
Itulah takdir kematian, di mana kamu dimasukkan ke dalamnya.
Dan apa yang engkau angan-angankan telah dikaruniakan kepadamu.
Jika engkau melakukan perbuatan keduanya (Zaid dan Jafar),
engkau akan memperoleh hidayah.”
Kemudian ketika perang itu terhenti sejenak, Ia turun dari kudanya. Ketika ia turun, datanglah putra pamannya dengan membawa tulang yang telah diambil sebagian dagingnya dan berkata kepadanya, “Kuatkan tulang punggungmu dengan daging ini, karena engkau telah mengalami kelaparan pada hari-hari ini.”
Maka ia hanya mengambil sedikit dari daging itu, kemudian ia mendengar bunyi menderu di satu sisi kerumunan orang-orang. Ia pun berkata,
“Engkau hanyalah dunia.”
Lalu ia mencampakkan daging yang ada di tangannya itu dan mengambil pedangnya, lalu masuk ke medan tempur dan berperang hingga gugur sebagai syahid.
Demikian tercantum dalam kitab al Bidayah (4/245), diriwayatkan juga oleh Abu Nuáim dalam kitab al Hilyah (1/120) dan ath Thabarani.
Para perawinya adalah kuat, sebagaimana dikatakan al Haitsami (6/160).
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
