Seruan Abu Aqil Kepada Orang-Orang Anshar di Medan Tempur.

0
Seruan Abu Aqil Kepada Orang-Orang Anshar di Medan Tempur.

Diriwayatkan juga oleh Ibnu Sa’d (3/144) dari Ja’far bin Abdullah bin Aslam al Hamdani r.a., katanya: Dalam perang Yamamah, orang yang pertama-tama mengalami cedera adalah Abu Aqil al Unaifi r.a. karena terpanah. Panah itu mengenai antara bahu dan ulu hatinya, dan anak panah itu melenceng pada tempat yang tidak mematikan. Anak panah itu lalu dicabut dari bagian badan sebelah kirinya menjadi lemah karena anak panah yang menancap itu. Peristiwa ini terjadi pada pagi hari. Tubuhnya diseret ke kemah. 

Ketika perang semakin dasyat — kaum muslimin dalam keadaan cerai berai dan meninggalkan kemah mereka, sementara Abu Aqil dalam keadaan lemah karena cedera yang dialaminya — ia mendengar Ma’n bin.Adi r.a. berteriak kepada orang-orang Anshar, “Allah! Allah! Kembalilah kalian menyerang musuh-musuh kalian.” 

Ma’n pun maju ke depan orang-orang musyrik ini terjadi ketika orang-orang Anshar berteriak, “Pilih dan seleksilah orang-orang terbaik di antara kita Pilih dan seleksilah orang-orang terbaik di antara kita!” Kemudian mereka menyeleksi seorang demi seorang yang istimewa. 

Kata Abdullah bin Umar r.a. : Abu Aqil bangun untuk menemui kaumnya dan aku berkata kepadanya, “Apa yang kau inginkan, hai Abu Aqil! 
Bukankah kamu. sedang berperang?” 
Ia menjawab, “Seorang penyeru telah menyeru dan menyebut namaku 
dengan sebutan mulia.” 
Kemudian Ibnu Umar berkata: Aku berkata, “Sesungguhnya dia hanya mengatakan: ‘Wahai orang-orang Anshar, berkumpullah di sini.’ Dan ia tidak menunjukannya untuk orang-orang yang terluka.” 
Abu Aqil berkata, “Aku adalah seorang lelaki Anshar dan aku akan menyambutnya walaupun dengan merangkak.” 

Ibnu Umar berkata: Abu Aqil mengenakan ikat pinggangnya dan memegang pedang dengan tangannya kanannya saja, kemudian berseru, “Hai orang-orang Anshar, berkumpullah di sini. Bergeraklah menyerahg sebagaimana di perang Hunain.” 

Kaum Anshar — rahimahumullah — pun berkumpul semuanya dan mendahului kaum muslimin yang lain dengan keberanian mereka ke arah musuh, sehingga mereka dapat mendesak musuh masuk ke dalam kebun Kemudian terdengarlah suara pedang beradu antara tentara muslim dan orang-orang murtad itu. 

Ibnu Umar berkata: Aku melihat ke arah Abu Aqil. Tangannya yang cedera itu telah putus dari bahunya kemudian jatuh ke tanah. Ia mendapat empat belas luka yang semuanya tepat pada anggota tubuh yang mematikan. Musailimah, musuh Allah juga terbunuh. 
Ibnu Umar berkata: Aku mendekati Abu Aqil yang ketika itu telah terlentang di tanah dengan nafas-nafas terakhir. 

Aku berkata, “Hai Abu Aqil!” 
Jawabnya, “Labbaik!” — dengan lidah yang cadel (Dia tidak bisa bicara dengan jelas karena terlalu lemahnya) — “Siapa yang memperoleh kemenangan?” 
Aku menjawab, “Bergembiralah kamu! Musuh Allah itu telah terbunuh.” 
Ia mengangkat jari-jarinya ke langit sambil memuji Allah kemudian meninggal dunia. Semoga Allah merahmatinya. 

Aku memberi tahu Umar r.a. setelah aku menyampaikan kisahnya secara lengkap. 
Umar r.a. berkata, “Semoga Allah merahmatinya. Ia tidak putus putusnya memohon kesyahidan dan mencari-carinya, meskipun dia — sejauh yang aku ketahui — termasuk kalangan sahabat Nabi saw. yang terbaik dan orang-orang yang pertama memeluk Islam.”

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !