Rasulullah saw. bersabda, “Tidak, bahkan kalian adalah orang-orang yang menyelamatkan diri dari medan perang. Aku adalah dari golongan kalian dan golongan kaum muslimin.”
Maka kami pun menghampiri Rasulullah saw. dan mencium tangannya.
Dalam riwayat al Imam Ahmad juga dari Abdullah bin Umar r.a. katanya: Kami telah diutus oleh Rasulullah saw. dalam satu sariyyah. Ketika kami berhadapan dengan pihak musuh, kami telah mundur sejak awal perang. Maka kami pun sampai di Madinah dalam satu kumpulan pada waktu malam, lalu kami bersembunyi.
Kami pun berkata, “Lebih baik kita menemui Rasulullah saw. dan meminta maaf darinya.”
Kemudian kami berangkat menemui Rasulullah saw. dan berkata kepada beliau saw., “Kami adalah orang-orang yang melarikan diri dari medan perang.”
Rasulullah saw. bersabda, “Tidak, kamu adalah orang-orang yang menyelamatkan diri. Dan aku adalah dari golongan kamu.”
Kata al Aswad, Rasulullah juga mengatakan, “Aku adalah golongan setiap muslim,” Sebagaimana dalam al Bidayah.
Diriwayatkan oleh al Baihaqi dari Ibnu Umar r.hum. dengan maknanya dan di dalam haditsnya: Kami berkata, “Kami adalah orang-orang yang melarikan diri ya Rasulullah!”
Rasulullah saw. bersabda, “Bahkan kamu adalah orang-orang yang menyelamatkan diri.” Kami pun berkata, “Ya Nabi Allah, kami ingin masuk Jannah dan kami merencanakan untuk menyeberangi lautan.”
Rasulullah saw., bersabda, “Janganlah kamu melakukannya, karena sesungguhnya aku adalah dari golongan setiap muslim.”
Dikeluarkan oleh Abu Daud, at Tirmidzi dan dihasankan olehnya dari Ibnu Majah serupa dengan riwayat al Imam Ahmad sebagaimana dalam tafsir Ibnu Katsir dari Ibnu Saad.
Dikeluarkan juga oleh Ibnu Jarir dari Aisyah r.ha., katanya: Aku mendengar Umar bin al Khattab r.a. berseru ketika Abdullah bin Zaid r.a. tiba di hadapannya, “Apakah kabar yang kamu bawa ya Abdullah bin Zaid?” Ketika itu ia berada di dalam masjid dan sedang melewati dinding kamarku.
Umar bertanya lagi, “Apakah kabar yang kamu bawa ya Abdullah bin Zaid?” Abdullah pun berkata, “Aku datañg membawa berita ya amirul mukminin.”
Ketika Abdullah bin Zaid sampai di samping Umar, ia pun memberitahunya mengenai orang banyak yang melarikan diri dari medan pertempuran. Aku mendengar seorang leaki memberi tahu mengenai orang banyak dan berita yang disampaikan oleh lelaki yang kedua itu. Mereka yang lari itu terdiri dari kaum Muhajirin dan Anshar merasa sedih ketika melihat Umar r.a.. Oleh karena itu Umar r.a. berkata kepada mereka, “Janganlah kamu bersedih hati wahai kaum muslimin! Sesungguhnya kamu adalah termasuk ke dalam kumpulanku.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir juga dan Muhammad bin Abdur Rahman bin al Husain dan yang lainnya, bahwa seungguhnya Muaz al Qary r.a. kerabat Bani an Najjar adalah di antara mereka yang turut melarikan diri dari perang itu, pada hari perang Jisr AbuUbaid.
Ketika ia membaca ayat ini:
“Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sesungguhnya orang itu kembali membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya itu.” (Qs. al Anfaal: 16)
Setelah membaca ayat ini ia menangis. Maka Umar r.a. berkata kepadanya, “Janganlah kamu menangis ya Muaz! Aku adalah golongan kamu dan kamu bergabung denganku.” S
Dikeluarkan oleh Ibnu Saad dari Abdur Rahman bin Abu Laila r.a. katanya: Umar bin al Khaththab berkata kepada Saad bin Ubaid r.a., “Seorang lelaki dari kalangan sahabat Rasulullah saw. telah muncul pada hari Abu Ubaid. Ia diberi nama al Qari (pembaca al Quran). Dan tidak ada seorang pun yang digelari al Qari selain dirinya.
Umar bin al Khaththab r.a. berkata kepadanya, “Maukah kamu pergi ke Syam karena kaum muslimin telah lumpuh dan pihak musuh telah menyerang mereka, lalu kamu menyertai kaum muslimin di sana dalam memerangi musuh. Semoga dengan demikian kamu akan dapat mencuci dosamu.”
Jawab Muaz, “Tidak sama sekali, aku akan pergi ke tempat darinya aku telah melarikan diri dari bertemu dengan musuh yang telah melakukan perbuatan ke atasku sebagaimana yang telah mereka lakukan.”
Maka ia pun pergi dan sampai Qaadisiah lalu terbunuh sebagai syahid di sana.
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
