Bekal Persediaan Orang Yang Keluar di Jalan Allah Swt. dan Pertolongan Kepada Mereka

0
Bekal Persediaan Orang Yang Keluar di Jalan Allah Swt. dan Pertolongan Kepada Mereka 
Dikeluarkan oleh al Imam Ahmad dan at Thabrani dari Jabalah yaitu Ibnu Haritsah r.a. bahwa sesungguhnya Nabi saw. apabila tidak berangkat ghuzwah, beliau akan memberikan senjatanya kepada Ali dan Usamah r.hum. Al Haitsami mengatakan bahwa perawi Ahmad adalah kuat. 

Diriwayatkan oleh Abu Daud dari Anas bin Malik r.a. bahwa seorang pemuda yang telah memeluk agama Islam berkata, “Ya Rasulullah! Aku ingin berangkat berjihad dan aku tidak mempunyai harta untuk dikorbankan.” 
Rasulullah saw., bersabda kepadanya, “Pergilah kepada si fulan sahabat Anshar, karena ia telah siap-siap untuk berangkat tetapi jatuh sakit dan katakan kepadanya bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. mengirimkan salam kepadanya. Dan katakanlah kepadanya, ‘Belanjakanlah untukku apa yang telah kamu persiapkan untuk keluar di jalan Allah.” 

Pemuda itu pun pergi menemui sahabat Anshar dan berkata sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasurullah saw.. Sahabat Anshar itu berkata kepada isterinya, “Ya Fulanah, berikanlah persediaanku itu kepadanya, apa yang telah aku persiapkan dan janganlah kamu tinggalkan sedikit pun darinya.” 
Maka demi Allah, wanita itu tidak menyisakan sedikit pun, Allah memberkatinya di dalam pemberian itu. 
Diriwayatkan oleh Muslim dan al Baihaqi juga dari Anas r.a.. 
Diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud dari Abi Mas’ud al Anshary r.a. katanya: Seorang lelaki datang menemui Rasulullah saw. dan berkata, “Aku tidak mempunyal persiapan untuk berangkat fi sabilillah, oleh karena itu bekalilah aku.” 

Rasulullah saw. menjawab, “Aku tidak mempunyai apa-apa.” 
Maka seorang lelaki berkata, “Ya Rasulullah, aku akan menunjukkan padamu kepada orang yang akan membekalinya.” 
Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan maka ia akan memperoleh ganjaran sebagaimana yang diperoleh oleh orang yang melakukannya.” 

Diriwayatkan juga oleh al Baihaqi dari Abi Mas’ud r. a. seperti hadits di atas.

Diriwayatkan oleh al Baihaqi dan al Hakim serta dishahihkannya dari Jabir bin Abdullah r.a. dari Rasulullah saw. bahwa pada suatu ketika Rasulullah saw. ingin berangkat berghuzwah. Baginda saw. bersabda, “Wahai orang-orang Muhajirin dan Anshar! Sesungguhnya saudara-saudaramu adalah satu kaum yang tidak mempunyai harta maupun keluarga. Maka hendaklah dua orang lelaki dari kalangan kamu bergabung kepadanya atau pun tiga orang lelaki. Maka, tidaklah seorang pun dari kamu yang mempunyai seekor unta melainkan bergabung kepadanya dua orang atau lebih.” 
Aku pun bergabung kepada dua orang atau tiga orang secara bergilir menaiki unta itu. 

Dikeluarkan oleh al Baihaqi juga dari Wasilah bin al Asqa’ r. a. katanya: Rasulullah saw. berseru ketika terjadi ghuzwah Tabuk untuk memberi tahu para sahabat supaya membantu orang-orang yang tidak mempunyai persediaan untuk turut berangkat di dalam ghuzwah itu. Aku pun pergi menemui ahli keluargaku kemudian aku kembali. Sahabat-sahabat Rasulullah saw. yang lain ada yang lebih dahulu berangkat. Lalu aku pun mengelilingi kota Madinah sambil berseru, “Siapakah yang akan membawa Seorang lelaki maka dia akan memperoleh bagian ganjarannya.” 
Seorang lelaki Anshar yang tua berkata, “Aku akan mendapatkan bagian ganjarannya untuk membawanya di atas kendaraan kami secara bergilir bersama-sama dengan makanannya.” 
Aku menerima tawaran itu. Rasulullah saw. lalu bersabda kepada kami, “Bergeraklah kamu dengan berkat Allah.” 
Aku pun berangkat bersama dengan seorang kawan yang sangat baik, sehingga Allah mengaruniakan kami harta rampasan. Aku memperoleh beberapa ekor unta betina yang masih muda dan menuntunnya hingga aku bertemu dengan lelaki Anshar itu. Ia pun berangkat dan duduk di atas tempat meletakkan barang di belakang untanya. Kemudian ia berkata kepadaku, “Tuntunlah untamu ini ke belakang.” 
Kemudian ia berkata, “Tuntunlah unta-untamu ke muka.” 
Kemudian Ia berkata, “Aku melihat untamu ini sangat baik dan patuh.” 
Aku pun berkata kepadanya, “Unta itu adalah harta rampasan yang telah ditetapkan untukmu sebagai balasan terhadap pertolonganmu.” 
Lelaki itu menjawab, “Ambillah unta-untamu ini wahai anak saudaraku! Aku tidak menginginkan selain bagian dari ganjaranmu.” 
Kata al Baihaqi yang dimaksudkan oleh lelaki itu ialah pertolongan yang diberikannya bukannya untuk memperoleh upah tetapi persekutuan untuk mendapatkan ganjaran keluar di jalan Allah. 

Dikeluarkan oleh at Thabrani dari Abdullah r.a. katanya, “Membekali walaupun dengan satu cambuk di jalan Allah adalah lebih aku cintai dari menunaikan haji setiap tahun.” 
Diriwayatkan oleh at Thabrani dan perawi-perawinya adalah kuat.


By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !