Kisah Syahidnya al Barra’ bin Malik
Diriwayatkan oleh Baghawi dengan sanad yang shahih dari Anas r.a., katanya: Aku masuk menemui al Barra’ bin Malik r.a. yang sedang melantunkan syair dan berkata kepadanya,, “Sungguh, Allah telah menggantikan untuk kamu apa yang lebih baik dan itu.” (yaitu: bacaan al Quran).
Ia berkata, “Apakah kamu takut sekiranya aku mati di atas pembaringanku ini? Tidak, demi Allah! Allah ‘tidak pantas menghalangi aku dari itu. Sungguh, aku telah memerangi seratus orang musuh seorang diri tanpa ada orang yang menemaniku.”
Sebagaimana tercantum dalam al Ishabah (1/143). Ath Thabarani juga meriwayatkannya dengan isi sama. Al Haitsami berkata (juz 9, hal 324): Para rawinya adalah rawi-rawi shahih — selesai.
Al Hakim juga meriwayatkannya (juz 3, hal. 291) — dengan isi sama, dan ia berkomentar: ini adalah hadits hasan shahih menurut syarat al Bukhari-Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya. Abu Nuaim meriwayatkannya dalam al Hilyah (juz 1, haL 350)- serupa hadits itu.
Al Hakim juga meriwayatkan dari Anas r.a., katanya: Pada saat terjadi perang al Aqabah (Ketika terjadi perang Tustar di negeri Persia, muslimin tercerai berai. dst. Tustar adalah kota terbesar di Khazakhstan pada saat ini. Kubur al Bara bin Malik al Anshari berada di Tustar. Mujam al Baldan (2/386-387)) di Persia — sedang muslimin mundur dan medan per ang — al Bara’ bangkit dan menunggangi kudanya yang tengah dituntun, kemudian berkata kepada sahabat-sahabatnya, “Sungguh buruk kebiasaan yang kalian lakukan terhadap musuh-musuh kalian.”
Dia pun menyerang ke arah musuh, kemudian Allah memberikan kemenangan bagi muslimin. Sedang al Bara’ r.a. gugur sebagai syahid pada hari itu.
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
