Diriwayatkan oleh Khalifah dari Anas r.a., katanya: Barra’ bin Malik telah menyerang mereka seorang diri — yaitu para pemilik kebun (Kebun yang berada d Qana Hajar milik Musailamah al Kadzdzab, yang termasuk wilayah Yamamah. Mereka biasa menyebutnya dengan Hadiqah ar Rahman (kebun Yang Maha Pengasih). Di sana juga Musailamah terbunuh, sehingga mereka menamainya Hadiqah al Maut (kebun kematian). Mujam at Baldan. ). pada hari diperanginya Musailamah al Kadzdzab —. Ia memerangi mereka hingga berhasil membuka pintu kebun itu.
Pada tubuhnya terdapat lebih dari delapan puluh luka panah dan pukulan pedang. Kemudian ia dibawa ke atas kendaraannya untuk diobati. Khalid bin Walid tinggal selama sebulan untuk merawatnya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Baqi bin Makhlad dalam kitab Musnadnya, dari Khalifah, dengan sanadnya juga sebagaimana tersebut dalam al Ishabah (juz 1, hal. 142).
Diriwayatkan oleh Thabarani dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah r.a., katanya: Ketika Anas bin Malik dan saudara lelakinya berdiri di sisi tembok musuh di Hariq yang terletak di Irak, musuh melemparkan rantai rantai besi panas yang pada ujungnya dipasang besi berkait. Apabila rantai itu mengenai tubuh seseorang, maka rantai itu akan ditarik ke kubu mereka, dan mereka melakukan hal itu terhadap Anas, oleh karena itu Barra’ maju ke depan hingga mendaki tembok itu. Ia memegang rantai besi itu dengan tangannya dan tak lama kemudian ia memotong tali yang ada di atas rantai. Manakala dilihat tangannya, tulangnya telah terlihat dan daging tangannya telah hancur luluh, dan Allah telah menyelamatkan Anas bin Malik r.a. dengan hal itu.
Demikian tercantum dalam kitab at Ishabah (1/143).
Dinukilkan dari al Majma’, dan Thabarani, dan dalam riwayat itu disebutkan: Bahwa beberapa besi berkait itu telah mencantol Anas bin Malik. Pihak musuh mengangkatnya sehingga berhasil menaikannya sedikit di atas tanah. Maka saudaranya, al Barra’ disuruh datang dan dikatakan kepadanya, “Tangkaplah saudaramu dan selamatkanlah.” Segera ia berlari dan melompat ke tembok itu dan menangkap rantai besi panas itu dengan tangannya, sedangkan rantai besi itu sedang berputar-putar. Tak lama kemudian ia berhasil menarik para musuh. Kedua tangannya melepuh dan Ia berhasil memotong tali di atas rantai. Kemudian ia melihat ke arah tangannya — lalu ia menceritakan hadits tersebut.
Al Haitsaini (juz 9, hal. 325) berkata: Sanad hadits ml adalah hasan —
selesai.
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
Al Haitsaini (juz 9, hal. 325) berkata: Sanad hadits ml adalah hasan —
selesai.
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
