Kisah Keberanian Az Zubair bin Al Awam R.a.

0
Keberanian Az Zubair bin Al Awam R.a. 
Dikeluarkan oleh Ibnu Asakir dari Sa’id bin al Musaiyyib katanya: Sesungguhnya orang yang pertama menghunuskan pedang di jalan Allah untuk membela agama Islam adalah az Zubair bin al Awwam r.a..
 
Pada suatu hari ia mendengar berita bahwa Rasulullah saw. telah terbunuh, lalu ia pun berangkat dengan menghunuskan pedangnya. Kemudian Nabi saw. menemuinya dengan sembunyi-sembunyi. Baginda bertanya kepada az Zubair, “Apakah yang telah terjadi padamu ya Zubair?” 
Jawab az Zubair, “Aku mendengar bahwa tuan telah terbunuh.” 
“Lalu apa yang ingin kamu lakukan?” Tanya Rasulullah saw.. 
Jawab az Zubair, “Aku menuntut agar semua penduduk Makkah membelanya.” 
Maka Nabi saw. mendoakan kebaikan untuk Az Zubair.. 

Dalam riwayat Ibnu Asakir juga dari Abu Nuaim dan Urah bahwa sesungguhnya az Zubair bin al Awwam r.a. telah mendengar desas-desus dari syetan bahwa Muhammad saw. telah dibunuh oleh penduduk Makkah tidak lama setelah ia memeluk agama islam, ketika ia berumur dua belas tahun. Lalu ia pun menghunuskan pedangnya dan berangkat dengan marah melalui lorong di Makkah, sampai akhirnyai menemui Nabi saw., yang berada di bagian hulu Makkah, dengan pedang masih di tangannya. Nabi saw. bersabda kepadanya, “Apa yang terjadi denganmu?” 
Ia menjawab, “Aku telah mendengar bahwa tuan telah dibunuh.” 
Lalu Nabi saw. pun bersabda, “Apakah yang kamu lakukan?” 
Ia menjawab, “Aku akan memancung kepala orang yang membunuh tuan.” 
Maka Rasulullah saw. pun mendoakan az Zubair dan pedangnya. 
Baginda saw. berkata kepadanya, “Pulanglah.” 
ltulah pedang yang pertama dihunuskan demi menegakkan agama di jalan Allah Swt.. (Muntakhab Kanzul Ummal). 
Dikeluarkan oleh az Zubair bin Bikar, sebagaimana dalam al Ishabah. 
Dikeluarkan juga oleh Abu Nuaim dalam kitab ad Dala’il dari Sa’id bin al Musaiyyib.

Yunus bin Ishaq menukilkan bahwa Thalhah bin Abu Thalhah al Abadri yang membawa panji kaum musyrikin di dalam perang Uhud menantang kaum musiimin supaya beradu tenaga dengannya. Maka kaum muslimin pun berpaling darinya. Lalu az Zubair keluar untuk menyambut tantangannya dan beradu tenaga dengannya. Az. Zubair melompat ke arah Thalhah sehingga ia dapat naik ke atas belakang untanya. Kemudian ia terj atuh ke tanah bersama—sama dengan Thalhah. Az Zubair membanting Thalhah ke tanah lalu menyembelihnya dengan pedangnya. 

Rasulullah saw. memuji ketangkasan az Zubair dengan kata-katanya, 
“Setiap nabi itu rnempunyai hawariyun (pembela/pembantu) dan hawariyunku adalah az Zubair.” 
Sabda Rasulullah saw., “Seandainya tidak ada seorang pun yang menyambut tantangan Thalhah, pasti aku yang akan menyambut tantangannya itu. Ketika aku melihat banyak kaum muslimin yang merasa geram.” Sebagaimana dalam al Bidayah. 

Dinukilkan oleh Yunus dari Ibnu Ishaq katanya: Naufal bin Abdullah bin al Mughirah al Makhzumi berangkat pada hari perang Khandaq. Lalu ia menantang kaum muslimin untuk beradu tenaga dengannya. Maka az Zubair pun keluar untuk menyambut tantangan Naufal itu dan berhasil mernbunuhnya. Ia pun berpaling sambil membaca syair: 
“Sesungguhnya aku adalah seorang pemuda yang melindungi Nabi pilihan yang umi.” 
Sebagaimana di dalam al Bidayah. 

Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir dari Asma’ binti Abu Bakar r.ha. katanya: 
Dalam satu pertempuran, seorang telaki musyrikin tampil dengan menghunuskan senjatanya lalu menaiki satu tempat yang tinggi dan berkata kepada kaum muslirnin, “Siapa yang akan bertarung denganku?” 
Maka Rasulullah saw. bersabda kepada seorang lelaki dari kalangan kaum muslimin, “Apakah kamu akan menyambut tantangannya?” 
Lelaki itu pun menjawab, “Jika engkau kehendaki sedemikian ya Rasulullah.” 
Lalu az Zubair muncul, Rasulullah saw. melihat ke arah az Zubair dan berkata. “Bangunlah kamu ya Abu Safiah, pergilah kepadanya.” 
Lalu kedua orang itu pun berhadapan, kemudian salah seorang dari mereka merangkul yang lain lalu mereka berguling guling di atas tanah. 
Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang jatuh ke bawah Iebih dahulu maka ia terbunuh.” 

Rasulullah saw. kemudian berdoa dan diikuti oleh orang banyak, lalu orang kafir itu pun jatuh. Sementara az Zubair terjatuh di atas dadanya lalu membunuhnya. (Muntakhab al Kanz) 

Diriwayatkan oleh al Baihaqi dari Abdullah bin az Zubair r.hum., katanya: Dalam perang Khandaq aku dikumpulkan bersama-saina dengan kaum wanita dan kanak-kanak dalam satu benteng. Bersama-sama dengaku adalah Umar bin Abu Salmah. Ia memanggulku di atas punggungnya dan metihat apa yang sedang terjadi. Aku melihat ayahku sebentar bergerak ke sana dan sebentar bergerak ke sini. Tiada seorang musuh pun yang datang menyerang kecuali ia akan menyerangnya. Pada petang harinya, ayahku datang ke benteng kami, aku pun berkata kepadanya, ‘Wahai ayahku! Aku melihat ayah, apa yang telah ayah lakukan pada hari ini.” 
Ia berkata, “Kamu melihat apa yang telah aku lakukan, ya anakku?” 
Aku menjawab, “Ya.” 
Ia berkata, “Aku menitipkan ayah dan ibuku kepadamu untuk melindunginya.” (al Bidayah).

Dikeluarkan oleh al Bukhari dari Urwah r.a. bahwa sesungguhnya sahabat-sahabat Rasulul]ah saw. berkata kepada az Zubair ketika perang Yarmuk, “Apakah kamu tidak menyerang ke arah musuh. Jika menyerang, maka kami akan mengikutimu.” 
Kata az Zubair, “Jika aku menyerang, apakah kamu akan mendustai janjimu.” 
Mereka menjawab, “Tidak, kami tidak akan mendustai janji kami.” 

Kemudian az Zubair menyerang ke arah musuh sehingga ia dapat masuk ke dalam barisan musuh dan melewati mereka. Tidak ada seorang pun yang bersama-sama dengannya. Kemudian ia kembali menyerang ke arah musuh. Pihak musuh telah memegang tali kekang kudanya dan memukulnya sebanyak dua kali di bahunya. Di antara kedua pukulan itu terdapat bekas pedang dalam perang Badar. 

Urwah berkata, “Aku pernah memasukkan jari-jariku ke dalam bekas luka itu dan bermain-main dengannya ketika aku masih kecil.” 
Urwah juga berkata, “Bersama-sama dengan kami ketika itu adalah Abdullah bin az Zubair yang baru berusia dua belas tahun.” (al Bidayah).

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !