Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Ali bin Thalib r.a. katanya: Tidak ada seorang pun yang aku ketahui telah berhijrah (dari Makkah ke Madinah) kecuali ia akan berhijrah dengan sembunyi-sembunyi tetapi tidak demikian dengan Umar bin al Khattab r.a..
Sesungguhnya ketika ia merencanakan untuk melakukan hijrah, ia telah menghunus pedangnya, menyandang busur panahnya di atas bahunya dan anak-anak panah di dalam tangannya. Ia pun mendatangi Ka’bah dan menampakkan diri di halaman-halaman rumah orang-orang Quraisy. Ia bahkan melakukan thawaf sebanyak tujuh kali kemudian mengerjakan shalat dua rakaat di Makam.
Setelah itu, ia pun pergi dari satu kumpulan ke satu kumpulan kaum Quraisy di Baitullah sambil berkata, “Siapa yang mau ibunya akan kehilangan anaknya, menyatimkan anaknya dan menjandakan isterinya, temuilah aku di wadi ini.” Namun tidak seorang pun yang menjawab tantangannya dan mengikutinya ke lembah itu. (al Muntakhab Kanzul Ummal)
