Dakwah Rasulullah kepada Bani Amir Bani Muharib

0
Ilustrasi Hajji
Kisah Sahabat - Diriwayatkan oleh Abu Nuaim dalam kitab Dala'ilun Nubuwah (hal. 101) dari Abdullah bin Ka'b bin Malik r.hum. katanya: Rasulullah tinggal di Makkah selama tiga tahun sejak diangkat menjadi Nabi. Beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Pada tahun keempat barulah bellia berdakwah secara terang-terangan. Beliau menetap di Makkah selama sepuluh tahun untuk  menyeru manusia kepada agama Allah pada musim haji dengan mengikuti orang-orang yang mengerjakan haji tersebut hingga ketempat-tempat  perkemahan mereka di Ukazh, Majnah serta Dzul Majaz, menyeru mereka agar menjaga dan melindunginya hingga selesai  menyampaikan risalah Tuhannya. Jika mereka malakukannya, maka balasannya adalah jannah, beliau tidak bertemu seorang pun yang mau membantunya, hingga Baginda Nabi  terpaksa memintanya pada setiap kabilah, satu demi satu, hingga akhirnya akhirnya sampailah beliau di kabilah Banu Amir bin Shasha'ah. Ditempat itu, beliau belum pernah mendapatkan gangguan sama sekali dari seorang pun seperti yang beliau terima dari mereka.. Sampai ketika beliau keluar meninggalkan mereka,  mereka masih melempari beliau dengan batu dari belakang beliau.



Dakwah Rasulullah kepada Bani Amir Bani Muharib
Kemudian baginda sampai kepada Bani Muharib bin Khashafah. Beliau menemui seorang tua diantara  mereka yang telah berusia 120 tahun.

Rasulullah berbincang-bincang dengan orang itu, menyeunya agar memeluk islam dan melindungi beliau hingga beliau selesai menyampaikan risalah Ilahi . Orang itu berkata, "Wahai anak lelaki, kaummmu lebih mengetahui keadaanmu. Demi Allah, tidak seorangpun yang pulang pada keluarganya dengan membawa dirimu, melainkan dia pulang dengan membawa keburukan yang tidak pernah sekalipun dibawa oleh jam'ah haji itu. Karena ituhindarkanlah dirimu dari sekalian."

Saat itu Abu Lahab juga mendengarkan kata-kata orang tua dari Bani Muharib itu. Kemudian Abu Lahab bangun dan berdiri dekat orang tua itu seraya berkata, "Seandainya semua orang mengerakan haji seperti kamu, sudah pasti ia akan meninggalkan agama yang dianutnya itu. Sesungguhnya ia adalah orang yang keluar dari agama leluhurnya dan sekaligus seorang pendusta."

Orang tua dari Bani Muharib itu berkata, :"Demi Allah, engkau lebih mengetahui mengenai dirinya. Dia adalah keponakanmu sekaligu kerabatmu."

Orang tua Bani Muharib itu  berkata lagi, "Hai Abu Utbah, barangkali ia gila atau kemasukan jin. Salah seorang diantara kami ada yang dapat memberim petumjuk untuk menyembuhkannya."

Abu Lahab tidak menjawab sekalipun, tetapi jika Abu Lahab melihat baginda menemui satu suku diantara suku-suku Arab dan mendakwahi mereka kepada islam, maka  Abu Lahab akan berteriak, "Ia telah murtad dari agama leluhurnya, juga seorang pendusta."
Dalam ssanad itu terdapat al Waqidi.

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !