Bait Syair Ashim Sebelum Dibunuh

0
Bait Syair Ashim Sebelum Dibunuh dan Jasadnya Terlindungi Dari Gangguan Orang-orang Musyrik.

Ashim bin Tsabit bersyair:
Tidak ada kelemahanku, sedangkan aku seorang yang perkasa lagu ahli memanah.
Busur, padanya ada tali yang kukuh.
Mata anak panah yang lebar lagi panjang terlepas dari busur itu
Kematian yang hak.

Dan kehidupan adalah suatu kebathilan,
Dan setiap yang di takdirkan Rabb pasti akan terjadi pada seseorang,
Dan orang itu menuju kearah takdir tersebut.
Jika aku tidak memerangimu, maka ibuku akan kehilanganku.

Ia juga bersyair :
Abu Sulaiman (gelar Ashim) dan anak panah yang berbulu buatan Muqad Dholah
Umpama neraka Jahim yang dinyalakan.
Sikiranya unta yang melangkah karena ditunggangi oleh sigagah  berani
Masih tidak menakutkanku.
Dan perisai dari kulit sapi jantan yang halus dan pendek bulunya,
Dan seorang yang beriman kepada apa yang turun kepada Muhammad.

Beliau juga berkata :
Abu Sulaiman dan orang yang seperti aku saling memanah,
Dan kaumku adalah suatu masyarakat yang mulia.

Kemudian Ashim berperang sampai terbunuh, begitu pula sahabatnya. Selepas Ashim dibunuh, orang-orang Hudzail hendak memancung kepalanya untuk dijual kepada Sulafah binti Sa'd bin Syuhaid. Karena Sulafah pernah bersumpah untuk membalas dendam kematian anaknya yang dibunuh oleh Ashim dalam perang Uhud, "Jika aku memperoleh kepala Ashim, aku akan meminum arak dengan tengkorak kepalanya."

Namun jenazah Ashim dilindungi oleh sekumpulan lebah. Ketika niat mereka terhalangi, mereka berkata, "Tinggalkanlah ia sampai petang, sehingga lebah-lebah itu meninggalkannya, barulah kita mengambilnya."

tetapi Allah menurunkan hujan lebat yang membentuk sungai kecil dan menghanyutkan jenazah Ashim, dan membawanya pergi. Ashim pernah memohon kepada Allah agar tidak disentuh oleh orang-orang musyrik dan tidak menyentuh orang musyrik yang najis itu selamanya.

Umar bin  Khaththab berkata setelah sampai berita kepadanya bahwa lebah-lebah itu melindungi jenzah Ashim. "Allah memlihara seorang hamba yang mukmin. Ashim telah bernadzar supaya ia tidak disentuh oleh orang musyrik dan tidak menyentuh orang musyrik itu selama-lamanaya disepanjang hayatnya. Maka Allah memeliharanya setelah dia mati, sebagaimana Dia memeliharanya semasa hidupnya."

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !