Shalat Nabi Ketika Perang Badar
Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Ali r.a. katanya : Kami tidak mempunyai seorang penunggang kuda pun ketika perang Badar kecuali Miqdad. Dan sungguh, aku mendapati mereka semuanya telah tidur kecuali Rassulullah yang menghabiskan waktu malam itu dengan mengerjakan shalat dan menangis di bawah pohon hingga menjelang shubuh. (at Targhib [1/316}).
Shalat Nabi di Usfan.
Diriwayatkan oleh Imam Ahmaddari Ibnu Abbas r.huma, katanya : Kami bersama Rasulullah di usfan menghadapi kaum musyrik yang dipimpin oleh Khalid bin Walid. Kedudukan mereka adalah diantara kami dan kiblat. Ketika shalat dzuhur, Rasulullah mengimami kami. Orang-orang Musyrik berkata, "Mereka (kaum muslimin) sedang dalam keadaan lalai, sebaiknya kita menyerang mereka saat itu."
Kemudian mereka berkata, "Sekarang ini waktu shalat akan datang kepada mereka, dan itu lebih mereka cintai melebihi cintanya kepada anak-anak dan diri meeka sendiri."
Jibril turun dengan membawa ayat-ayat berikut ini, diantara waktu shlat dzuhur dan ashar :
"Dan apabila kamu berada ditengah-tn\engah mereka lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka..." (Qs. an nisa' ayat 102)
Ayat ini menjelaskan bagaimana mendirikan shalat khouf.
Dalam riwayat Muslim dari Jabir r.a. orang-orang musyrik berkata, "Sesungguhnya dhalat akan datang kepada mereka, yang itu mereka cintai lebih dari cinta mereka terhadap anak-anak mereka."
Demikina tercantum dalam kitab al Bidayah (4/81)
