'Alamah Suyuthi rah.a. telah meriwayatkan suatu kisah dari Zubair r.a. bahwa secara khusus Rsulullah telah menganjurkan Zubair agar bersedekah. Zubair r.a. berkata, "Pada suatu ketika, saya datang kepada Rasulullah dan duduk dihadapan beliau. Kemudian Rasulullah memgang belakang surban saya dan berdabda, "Wahai Zubair, aku adalah utusan Allah kepadamu secara khusus, dan seluruh manusia secara umum, tahukah kamu, apa yang telah difirnankan oleh Allah ?'. Maka saya menjawab, 'Allah dan Rasulnya yang lebih tahu.' Rasulullah bersabda, 'Ketika Allah bersemayanm di 'Arsy-Nya, Allah memandang kepada hamba-Nya dengan pandangan kasih sayang, lalu berfirman, 'Wahai hamba-hamba-Ku, Kalian adalah makhluk-Ku, dan Aku adalah Rabb kalian. Rezeki kalian berada dalam genggaman-Ku, janganlah kalian menyusahkan diri kalian mengenai masalah yang menjadi tanggungan-Ku. Mintalah rezeki kepada-Ku.'
Setelah itu Rasulullah bersabda, 'Tahukah kamu, apa lagi yang difirmankan oleh Rabbmu?' Alah berfirman;
'Wahai hamba-Ku, belanjakan hartamu untuk orang lain. Aku akan memberikan nafkah kepadamu Berbuat lapanglah kepada orang lain, Aku akan berbuat lapang kepadamu.
Jangan sempitkan pemberianmu kepada manusia, agar aku tidak menyempitkan pemberian-Ku
Janganlah kamu menahan pemberian kepada orang lain, agar Aku tidak menahan pemberian-Ku.
Janganlah kamu timbun simpananmu, agar aku tidak menyimpannya.
Pintu rezeki terbuka dari atas langit ketujuh, dan berakhir di Arsyi. Pintu ini tidak tertutup pada malalm dan siang hari. melalui pintu tersebut, Allah selalu menurunkan rezeki kapada setiap orang. Setiap orang diberi rezeki menurut niatnya, pemberiannya, infaknya, dan sedekahnya. Barangsiapa banyak berinfak, maka rezekinya akan diperbanyak. Sebaliknya, barangsiapa yang berhemat dan menyimpannya, akan dilambatkan baginya.
Janganlah menghitung-hitung agar pemberian-Nya kepadamu juga tidak dihitung-hitung.
Janganlah menyempitkan orang lain agar kamu tidak disempitkan.
Janganlah kamu menyusahkan, agar kamu tidak disusahkan.
Wahai Zubair !!!
Allah menyukai kemurahan dalam pemberian bukan kebakhilan.
Kedermawanan berasal dari keraguan kepada Allah.
Barangsiapa sempurna keyakinannya kepada Allah, maka ia tidak akan masuk neraka Jahannam. Barangsiapa ada keraguan dalam keyakinannya kepada Allah, maka ia tidak akan masuk surga.
Wahai Zubair !!!
Allah menyukai kedermawanan, walaupun hanya dengan sebiji kurma.
Dan Allah menyukai keberanian, walau hanya membunuh seekor ular atau kalajengking.
Wahai Zubair !!!
Allah mencintai kesabaran ketika terjadi gempa bumi (dan bencana lainnya). Dan ketika syahwat mulai timbul .
Allah menyukai keyakinan yang berkembang keseluruh jasad.
Berkenaan dengan agama, Allah menyukai akal yang sempurna ketika ada keraguan, dan Allah menyukai ketakwaan pada saat datangnya perkara yang buruk dan haram.
Wahai Zubair !!!
Hormatilah saudara saudaramu.
Muliakanlah orang-orang Shalih.
Hormatilah orang-orang yang baik.
Berbuat baiklah kepada tetangga-tetanggamua.
Janganlah berjalan bersama orang yang fasik.
Barangsiapa memperhatikan semua ini, maka ia akan masuk surga tanpa adzab dan siksa. Ini adalah nasehat Allah untukku, dan nasehat untukmu."
Fadhilah sedekah.
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
