Kisah Sahabat Nabi : Perkataan Ibnu Umar Bahwa dalam perang ada dua kelompok

0
Dirwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Ibnu  Umar r.hum. katanya: Orang-orang yang terlibat dalam suatu perang itu ada dua golongan.

Golongan Pertama: 
Mereka berangkat dengan memperbanyak dzikrullah dan mengingat kebesaran-Nya, mereka menjauhi perbuatan merusak di sepanjang perjalanan, senantiasa membantu rekan-rekannya dan membelanjakan hartanya yang paling berharga di jalan Allah.

Mereka telah bergembira disebabkan mampu membelanjakan harta mereka, daripada manfaat duniawi yang mereka peroleh. Sekiranya mereka berada dalam medan pertempuran, mereka malu kepada Allah sekiranya Dia melihat keraguan dalam hati mereka atau meninggalkan kaum muslimin begitu saja. Jika mereka mampu untuk mencuri harta rampasan, mereka mensucikan Hati dan amalan mereka dari hal itu. Maka Syetan tidak berdaya untuk mengacaukan mereka atau memasukkan bisikan kedalam hati mereka. Disebabkan mereka itu, Allah akan memuliakan agama-Nya dan menghinakan musuh-Nya.

Golongan ke-dua: 
Mereka keluar tanpa memper banyak dzikir kepada Allah dan tidak juga mengingat-Nya. Mereka tidak menjauhi perbuatan merusak dan tidak membelanjakan hartanya kecuali dengan terpaksa. Setiap harta yang dikeluarkannya, mereka mengharapkan  balasannya dan syetanlah yang membisikan hal itu kepada mereka. Bila mereka berada  di medan perang, mereka beerada bersama orang-orang  yang paling akhir dan orang-orang yang meningglakan kaum muslimin tanpa memberikan bantuan. Mereka bersembunyi di puncak gunung sambil melihat apa yang dilakukan kaum muslimin. 

Jika Allah mengaruniakan kemenangan  kepada orang-orang islam, mereka paling banyak berkata dusta. Apabila mereka berkesempatan mencuri harta rampasan, mereka akan melakukannya dan syetan menipu mereka dengan mengatakan bahwa itu adalah harta rampasan. Jika mereka ditimpa kesenangan, mereka akan sombong dan bermewah-mewahan. Jika mereka ditimpa kesempita, syetan akan memfitnah mereka dengan dunia. Mereka tidak akan memperoleh ganjaran sebagaimana yang diperoleh orang-orang beriman sedikitpun; hanya jasad mereka berada diantara jasad orang-orang beriman, perjalanan mereka bersama orang-orang beriman, tapi niat dan amalanmereka berlainan hingga Allah akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat, kemudian  memisahkan mereka.
Demikian tercantum dalam kitab al Kanz (2/29).

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
Tags

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !