Kisah Sahabat Nabi - Segala puji kepunyaan Allah, Pemelihara seluruh alam, shalawat serta salam dilimpahkan kepada SayyiidinaMuhammad saw. dan kepada keluarganya, juga para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari kiamat.
Sesungguhnya sirah Nabawiyah dan sirah sahabat serta sejarah mereka adalah sumber kekuatan iman dan semangat keagamaan. Umat ini dan usaha usaha dakwah keagamaan akan terus menerus mendapatkan percikan
cahaya iman dari kedua sumber itu. Mereka berusaha menyalakan api keimannan di dalam qalbu mereka di tengah-tengah keadaan yang sangat mudah padam karena tiupan angin dan emosi kesenangan duniawi.
seandainya api iman itu padam, maka umat ini akan kehilangan kekuaatan. keistimewaan, dan kekuasaannya. Sehingga umat akan menjadi bangkai beku yang dipikul oleh kehidupan di atas pundaknya.
Para sahabat adalah para lelaki yang apabila didatangi oleh dakwah, mereka lalu beriman, dan qalbu mereka membenarkannya. Tidak ada perkataan lain yang diucapkn oleh mereka apabila diseru supaya beriman kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya saw. kecuali, mereka mengatakan, “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, yaitu: ‘Berimanlah kamu kepada Rabbrnu.’ Maka kami pun beriman.”
Kemudian para sahabat r.hum. berbaiat kepada Nabi saw., sehingga jiwa, harta, dan kerabat mereka menjadi remeh di hadapan mereka. Mereka merasa nikmat dengan kepahitan dan musibah di jalan da’wah ilallah. Keyakinan akan dakwah ini telah meresap masuk ke dalam qalbu dan menguasai jiwa dan akal mereka. Kemudian dan mereka itu lahirlah berbagai keajaiban yarg berkaitan dengan keimanan kepada yang ghaib, ,kecintaan yang mendalam kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya saw.. Kemudian lahir pula kasih sayang terhadap sesarna orang beriman, sikap keras mengh adapi orang-orang kafir, mengutamakan kehidupan akhirat di atas kehidupan dunia, dan sikap mengutamakan yang akan datang di atas yang Segera datang. Mereka mengutamakan hal-hal yang ghaib di atas hal-hal yang nyata di hadapan mereka, memilih hidayah dan meninggalkan kesesatan, dan mendapatkan kegairahan yang luar biasa terhadap usaha dakwah di kalangan manusia. Juga berbagai keajaiban yang berkaitan dengan usaha mengeluarkan makhluk Allah dan penyembahan kepada sesama hamba menuju penyembahan kepada Allah semata, dan kezhaliman berbagai kepercay aan kepada agama Islam yang adil, dan kesempitan dunia kepada keluasannya, juga menganggap remeh perhiasan dan harta dunia, bergairah menyongsong hari pertemuan dengan Allah Swt. serta kerinduan kepada kehidupan surgawi.
Mereka memiliki ketinggian cita-cita dan pandangan yang jauh di dalam menyebarkan Islam dan menyebarkan kebaikannya ke seluruh alam. untuk itu mereka bertebaran ke seluruh penjuru dunia karena cita-cita dan pandangan mereka. Mereka sanggup melintasi bagian datar bumi atau pun bagian kasar yang berbatu, di dataran rendah maupun dataran tinggi padang. Untuk semua itu mereka rela melupakan segala kenikmatan hidup mereka, meninggalkan ketenteraman mereka, meninggalkan kampung halam an mereka, mengorbankan jiwa dan harta mereka, sehingga agama menjadi kokoh, qalbu-qalbu kembali kepada Allah Swt., berhembuslah angin iman dengan kuat, dahsyat, penuh kebaikan dan barokah, tegaklah tauhid, iman, ibadah, takwa, pasar-pasar Jannah menjadi ramai, tersebarlah hidäy ah ke seluruh alam dan berbondong-bondonglah manusia masuk ke dalam agama Allah Swt..
Terangkumlah kisah-kisah mereka itu di dalam buku sejarah. Segala kisah mengenai mereka tenjaga rapi dan terpelihara di dalam kumpulan buku Islam. Semuanya menjadi materi pembaharuan dan kebangkitan kernbali kehidupan umat Islam. Oleh karena itu, para ahli dà kwah Islam dan orang-orang yang mengadakan perbaikan sangat kuat terhadap kisah-kisah tersebut. Mereka meminta bantuan kepada kisah-kisah itu untuk memban gunkan cita-cita muslimin dan menyalakan api keimanan dan semangat keagamaan.
Tetapi, tibalah suatu waktu di mana umat Islam berpaling atau melupakan sejarah kehidupan mereka. Kemudian para penulis, pengarang, pemberi nasihat, dan da’i berpaling kepada cerita-cerita mengenai ahli zuhud, para rnasyaikh dan para wail di masa akhir. Karena itu, kitab-kitab koleksi mereka penuh dengan hikayat-hikayat dan kisah karamah mengenai mereka. Manusia menjadi sangat. terpengaruh dan terpesona dengannya, sehingga majelis-majelis nasihat, khutbah, pelajaran dan lembaran-lembaran kitab hanya dipenuhi dengan hikayat-hikayat seputar itu saja.
Beliau termasuk orang yang pertama kali tergugah sejauh yang kami ketahui pada masa ini untuk kembali kepada keutamaan kisah-kisah para sahabat dan kondisi mereka dalam dakwah Islamiyyah dan tarbiyah keagamaan, dan untuk kemba1i kepada nilai dan kekayaan ini yang terkubur di dalam kertas-kertas , yang bersifat reformatif dan mendidik, dan kepada pengaruh di dalamnya. Di antara mereka yang mulai menyadari keadaan ini, kemudian mulai memperhatikan dan memberikan pelayanannya kepada kisah-kisah mereka. adalah al Muslih al Kabir pendakwah yang terkenal asy Syaikh Muhammad Ilyas al Kandhalawi rah.a.. Beliau menekuninya dengan menelaah, mempelajari, menceritakan, dan menjadikannya sebagai peringatan untuk orang lain. Saya telah melihat kegairahan beliau yang sangat besar terhadap sirah Nabawiyah dan para sahabat r.hum. Beliau telah bermudzakarah dengan murid-murid dan sahabat-sahabatnya mengenai sirahi sirah ini. dan beliau mendengarkannya setiap malam dengan penuh kegairahan dan minat yang besar. Beliau sangat suka untuk menghidupkan, menyebarkan dan mendiskusikannya.
Putera dan saudara beliau, al Muhaddits al Kabir asy Syaikh Muham Zakariyya al Kandhalawi, pengarang kitabAujazul Masalik ila Muwatho al Imam Malik, telah menyusun sebuah kitab yang ringkas dalam Urdu mengenai kisah-kisah para sahabat dan menamakan kitabnya Hikcyatush Shahabah dan Syaikh sangat gembira dengannya. Oleh karena mereka berusaha dengan kerja dakwah, dan mengadakan perjalanan untuk melazimkan din dengan membaca kitab ini serta memperbincangkannya. Beliau mengharuskan orang-orang yang menyibukkan diri dengan dakwah dan bepergian dalam rangka dakwah agar menelaah dan mempelajari kitab itu. Kitab ini akan terus menjadi salah satu di antara kitab-kitab yang ditetapkan bagi para da’i dan para sukarelawan. Juga sebagai salah atu kitab yang mendapat sambutan besar dan paling laku dalam lingkungan keagamaan.
Syaikh Muhammad Yusuf telah diwarisi dari ayahnya, Syaikh Muhammad lyas, tanggung jawab terhadap usaha dakwah. Beliau juga telah diwarisi gairah dan perhatian yang besar terhadap sirah para sahabat r.hum. dan ihwal mengenai mereka, karena memang ayahnyalah yang telah membacakan hikayat-hikayat tersebut, memberi pelajaran dari sirah serta biografi para sahabat semasa hidupnya. Sesudah kematian ayahnya, beliau meneruskan menelaah kitab-kitab sirah, sejarah dan kehidupan para sahabat r.hum, disertai dengan kesibukannya yang tinggi dalam dakwah. Kami tidak mengetahui di antara orang yang kami kenal, orang yang mempunyai pandangan yang luas mengenai kabar-kabar para sahabat dan detail hal Ihwal mereka melebihi Syaikh Muhammad Yusuf. Tidak seorang pun yang dapat menandingi beliau dalam mengenalkan kisah mereka, menyebutkan kisah mereka, mengutip kisah mereka, dan lebih banyak menyebutkan kisah mereka dalam pembicaraan dan ceramah. Sehingga hikayat-hikayat itu menjadi sumber kekuatan dalam percakapannya, tindakannya, pesonanya, dan pengaruh yang mendalam di dalam qalbu. Kisah-kisah tersebut mendorong para jamaah untuk berkorban, mengutamakan orang lain, menganggap ringan kesusahan dan musibah, dan menanggung penderitaan di jalan Allah Swt..
Pada zainannya, dakwah telah sampai hingga ke negeri Arab, Amerika, Eropa, Jepang dan pulau-pulau di lautan Hindia. Saat itu timbul keperluasan yang mendesak terhadap kitab yang dapat ditelaah dan dibaca oleh mereka yang sedang berusaha di jalan dakwah, oleh mereka yang keluar di jalan Allah. Para jamaah itu mempelajarinya dan menjadikannya sebagai santapan qalbu dan pikiran mereka serta menyalakan semangat keagamaan di dalam sanubari mereka. Kitab seperti ini juga akan menjadi pendorong bagi mereka dalam perjuangannya, dan pengorbanan din serta harta dalam usaha dakwah.
Dalam pergerakannya, beliau juga menghidupkan ámalan sunnah hijrah dan memberikan pertolongan, keutamaan-keutamaan amal dan akhlak mulia. Apabila mereka membaca kisah-kisah itu, tertunduklah ia di hadapannya, bagaikan sungai kecil di hadapan lautan yang luas, sebagaimana ketinggian seorang lelaki di hadapan gunung yang tinggi. Oleh karena itu mereka akan mengkhawatirkan keyakinan mereka, menyadari betapa kerdilnya ámalan mereka dan merasa hina sekali kehidupannya, semakin tinggilah cita-cita mereka, semakin meningkat jiwa dan keazaman mereka semakin kokoh.
Allah Swt. telah mengaruniakan kelébihan kepada Syaikh Muhammad Yusuf untuk dapat menyusun kitab yang mulia mi, yang disertai kelebihan dalam da’wah ilallah. Meskipun kehidupannya yang sibuk dan selalu berkeliling penuh dengan perjalanan, melayani tamu, berkunjung dan belajar, lebih banyak daripada kehidupan tulis menulisnya, akan tetapi dengan taufik Allah Swt., pertolongan-Nya, ketinggian cit-citanya, dan kekuatan keazamannya, beliau mampu menyibukkan din dengan tulis menulis dan menggabungkan antara dakwah dan tulis menulis. Alangkah melelahkan melakukan kedua hal ini dalam waktu yang bersamaan.
Sesungguhnya Syaikh Muhammad Yusuf telah mampu — dengan daya dan kekuatan Allah Swt. —menyibukkan din dengan menulis syarah (penjelasan) dan kitab Syarah Ma’anil Atsar karangan al Imam ath Thahawi. Kemudian beliau menyusun kitab Amaniyyul Akhbar di dalam beberapa jilid tebal. Beliau juga telah mampu menulis kitab Hayatush Shahabah di dalam tiga jilid tebal, terkumpul di dalamnya berbagai kisah yang tersebar dan terserak-serak dalam kitab-kitab sirah, tarikh, dan thabaqat (biografi). Beliau memulai kitabnya itu dengan mengemukakan hadits-hadits Rasulullah saw. kemudian kisah-kisah sahabat r. hum. yakni yang berhubungan dengan aspek-aspek dakwah dan tarbiyah dan memberikan bayangan kepada para da’i dan ahli tarbiyah dengan ciri yang khas. Sehingga hal itu menjadi peringatan bagi para da’i, bekal bagi orang-orang yang berámal, dan madrasah iman dan yakin bagi muslimin pada umumnya. Syaikh Muhammad Yusuf telah mengumpulkan di dalam kftab ini hikayat-hikayat para sahabat r.hum., sirah, kisah dan biografinya. ini karena beliau telah memetiknya dari belbagai kitab seperti kitab hadits, musnad, sejarah dan kitab thabaqat para sahabat.
Oleh karena itu, muncullah kitab ini yang menggambarkan keadaan zaman itu dan memperlihatkan kehidupan para sahabat r.hum., keistirnew aan-keistimewaan mereka, akhlak dan pemikiran mereka. Segala kisah dan riwayat ini telah dikemukakan dengan sangat teliti, cermat, dan memperbanyak riwayat serta kisah, sehingga lebih sempurna kesannya di hati pembaca dibandingkan dengan kitab-kitab lain yang hanya menulisnya dengan ringkas atau intisarinya saja, dan dimaksudkan sekadar sebagai kisah.

