Modus Penipuan terbaru di Google play store

0
Akhir akhir ini marak penipuan melalui media iklan yang menjebak seseorang untuk mengunduh sebuah aplikasi, yang ternyata hanya modus penipuan belaka.

Baru-baru ini para peneliti keamanan berhasil menghentikan penipuan iklan aplikasi yang beroperasi menggunakan MoPub, platform iklan mobile milik Twitter. Sejauh ini, data yang diperoleh dari penipuan ini berhasil mendapatkan uang sebesar USD250.000 (Rp3,4 M) per hari. (bisa beli lamborghini tiap hari heheheh...)

Para peneliti di Sentrant Security mengklaim bahwa mereka telah menemukan sekitar 247 aplikasi yang mengandung iklan palsu untuk mengunduh aplikasi di Google Play Store. Mereka menduga, semua aplikasi palsu tersebut telah diunduh sekitar 282.998 hingga 1.193.665 kali. Setelah dilaporkan oleh Sentrant, pihak Google lalu menghapus semua aplikasi palsu tersebut dari Google Play Store.

"Setelah kami menghubungi Google, semua aplikasi palsu telah dihapuskan dari Play Store. Namun, hal ini tidak berpengaruh pada aplikasi yang sudah terlanjur diunduh oleh pengguna. Mereka harus menghapusnya sendiri," kata Co-founder Sentrant Security Hadi Shiravi, pada IBTimes UK.

Shiravi menyebutkan bahwa penipuan kali ini merupakan salah satu penipuan iklan yang paling canggih, karena penipuan seperti ini bisa menargetkan hingga ratusan ribu perangkat. Sistem penipuan yang digunakan adalah dengan menampilkan iklan yang tidak terlihat di background pada perangkat yang sudah terlanjur mengunduh aplikasi yang mengandung iklan plasu tersebut.

Sentrant menyebutkan bahwa penipuan ini dilakukan oleh Academ Media, sebuah perusahaan aplikasi mobile. Perusahaan ini memiliki lebih dari 20 perusahaan palsu untuk menjalankan penipuan ini melalui MoPub, platform iklan mobile terbesar.

Sementara itu, Academ Media, sebuah perusahaan yang berlokasi di Novosibirsk, Siberia, membantah tuduhan ini. Mereka menyebutkan bahwa tahun lalu, sistem mereka berhasil diretas oleh para hacker, yang lalu mencuri data. Mereka menyebutkan, para hacker lalu memodifikasi aplikasi buatan Academ untuk menjalankan penipuan iklan ini.

Tim Prokhorov, Head of Business Relation, Academ Media berkata pada Financial Times bahwa perusahaan tempatnya bekerja tidak ada sangkut pautnya dengan penipuan ini.

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !