Kisah Sahabat Nabi: Infak Beberapa Sahabat di Jalan Allah

0
Berinfak Dalam Jihad di Jalan Allah 

Infak Beberapa Sahabat di Jalan Allah 

Diriwayatkan oleh Muslim (2/13 7) dari Abu Masud al Anshari r.a., katanya: Seorang lelaki datang dengan membawa seekor unta yang telah dipasangi tali kekang. Ia berkata, “ini untuk jalan Allah.” 
Maka Rasulullah saw. bersabda, “Ganjaran bagimu di akhirat menyamai tujuh ratus ekor unta karena infakmu ini. Semuanya lengkap dengan tali kekangnya.” 
Diriwayatkan juga oleh Nasa’i; sebagairnana tersebut dalam Jamal Fawa’id (2/3). 

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad — sedang para perawinya adalah shahih — dari Abdullah bin ash Shamit, katánya: 
Aku bersama Abu Dzarr r.a., saat itu bagiannya dari baitul mal telah turun, dan dia bersama seorang budak perempuannya. Kemudian budak perempuan itu membelikan semua kebutuhannya. Masih tersisa sebanyak tujuh dirham uang emas atau perak, dan dia menyuruh budak itu agar menukarkannya dengan uang receh. Aku berkata kepadanya, “Sebaiknya engkau menangguhkannya guna suatu keperluan yang mungkin akan datang, atau tamu yang mungkin menginap di rumahmu.” 
Beliau berkata, “Sesungguhnya kekasihku (Rasulullah saw.) telah mengambil janji dariku, ‘Semua emas dan perak yang disimpan, itu adalah bahan bakar api neraka untuk pemiliknya, hingga benda itu dibelanjakan di jalan Allah Azza wa Jalla.” 

Menurut riwayat Ahmad dan ath Thabarani — dan ini adalah lafal Thabarani “Barangsiapa yang menyimpan emas atau perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah; maka itu akan menjadi bara api pada hari kiamat yang akan diseterikakan kepadanya.” Demikian tercantum dalam kitab at Targhib(2/178). 

Diriwayatkan oleh Thabarani dalam al Ausath, dari Qais bin Sala’ al Anshari r.a., katanya: Para saudara lelakiku mengadukan diriku kepada Rasulullah saw. dengan berkata, “Sesungguhnya ia telah memubazirkan hartanya dan bermewah-mewah dengannya.” 
Aku berkata kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah! Aku mengambil bagianku dari buah kurma dan menafkahkannya di jalan Allah dan kepada orang yang menemaniku.” 
Maka Rasulullah saw. menepuk dadanya seraya berkata, “Nafkahkanlah, dan Allah akan menafkahimu.” 
Perkataa itu diucapkannya tiga kali. Setelah itu aku pun berangkat di jalan Allah menunggang seekor unta yang kuat. Akulah yang paling banyak dan paling mudah berinfak di antara anggota keluargaku pada hari itu. 

Demikian tercantum dalam kitab at Targhib (2/173). Demikian tercantum dalam kitab at Targhib (juz 2, hal. 173). Ibnu Mandah juga meriwayatkan hadits tersebut. Dalam riwayat al Bukhani, dari jalur ini, ia diriwayatkan dengan ringkas; sebagaimana tersebut dalam al Ishabah (juz 3, hal. 250).

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
Tags

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !