Kisah Sahabat Nabi: Doá Rasulullah saw. Ketika Perang Badar

0
Berdoá Pada Permulaan Jihad 
Doá Rasulullah saw. Ketika Perang Badar 
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Umar r.a., katanya: Pada perang Badar. Rasulullah saw. melihat ke arah sahabat-sahabatnya dan jumlah mereka sekira tiga ratus orang lebih. Kemudian Rasulullah saw. melihat ke arah orang-orang musyrik dan jumlah mereka seribu orang lebih. Maka Nabi saw. menghadap ke arah kiblat dan di atas bahunya tersangkut kain rida’ dan kain sarungnya. 

Kemudian Rasulullah saw. berdoá, “Ya Allah, tunaikanlah janji-Mu yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, sekiranya Engkau memusnahkan kelompok orang-orang Islam ini, maka Engkau tidak akan disembah di atas muka bumi ini selama-lamanya.” 

Rasulullah saw. terus menerus meminta pertolongan Rabbnya dan berdoá hingga terjatuh kain rida’nya. Maka Abu Bakar r.a. datang dan mengambil kain rida’ itu kemudian meletakannya di tubuh Rasulullah saw. Dia menyertai beliau di belakang beliau dan berkata, “Wahai Rasulullah, cukuplah permintaanmu itu kepada Rabbmu, karena sesungguhnya Dia akan menunaikan janji-Nya kepadamu.” 
Maka Allah Swt. menurunkan ayat berikut ini: 

(Ingatlkan), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (Qs. al Anfal ayat 9) 

Driwayatkan juga oleh Muslim, Abu Dawud, at Tirmidzi, Ibnu Jarir, dan selain mereka. Dishahihkan oleh Ali bin al Madini dan at Tirinidzi — demikian tercantum dalam kitab al Bidaya.h (juz 3, hal. 275). Diriwayatkan juga oleh lbnu Abu Syaibah, Abu Awanah, Abu Awanah, lbnu Hibban, Abu Nuáim, Ibnul Mundzir, Ibnu Abi Hatim, Abu Syaikh, Ibnu Mardawaih dan Baihaqi seperti tertulis dalam al Kanz (5/266). 

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abdullah bin Amr bin al Ash r.huma. bahwa Rasulullah saw. keluar pada perang Badar bersama tiga ratus lima belas orang sahabatnya. Ketika sampai di Badar, Rasulullah saw. berdoá, “Ya Allah, sesungguhnya mereka berjalan kaki, maka berilah tunggangan kepada mereka. Ya Allah, sesungguhnya mereka tidak berpakaian, maka berilah pakaian kepada mereka. Ya Allah, sesungguhnya mereka kelaparan, maka kenyangkanlah mereka.” 

Maka Allah Swt. memberikan kemenangan kepada mereka pada perang Badar. Sehingga mereka kembali, sementara tiada seorang laki-laki pun di antara mereka, melainkan ia membawa seekor atau dua ekor unta, memperoleh pakaian, dan merasa kenyang. Sebagaimana tèrçantum dalam Jamül Fawa’id (2/38). Diriwayatkan oleh Baihaqi (9/57) serupa itu juga oleh Ibnu Sa’d. 

Diriwayatkan oleh Nasa’i dari Ibnu Masüd r.a., katanya: Aku tidak pernah mendengar rintihan dan doá yang begitu sungguh-sungguh dan seorang peminta, yang lebih kuat dari doá dan rintihan Rasulullah saw. pada perang Badar. Beliau berdoá, “Ya Allah, sesungguhnya aku berdoá kepada Mu supaya Engkau menunaikan janji-Mu. Ya Allah, sekiranya kelompok orang-orang (Islam) ini dimusnahkan, maka Engkau tidak akan disembah lagi.” 

Kemudian Rasulullah saw. menoleh seakan-akan sisi wajahnya seperti bulan, beliau bersabda, “Seakan akan aku melihat ke arah tempat kaum itu (orang-orang musyrik) dikalahkan pada waktu petang.” 

Demikian tercantum dalam kitab at Bidayah (3/276). At Thabarani meriwayatkannya serupa dengan itu. Al Haitsami berkata (juz 6, hal. 82): 
Para rawinya adalah tsiqat, hanya saja Abu Ubaidah tidak mendengar dari ayahnya.i

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
Tags

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !